Example 7970x250
Daerah

Arifin Dg Palalo Reses di Kecamatan Moutong

×

Arifin Dg Palalo Reses di Kecamatan Moutong

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Parigi Moutong fraksi Gerindra dapil IV,Arifin Dg Palalo saat mendengarkan aspirasi dari masyarakat Kecamatan Moutong.(24/04/2025).Foto.Humas DPRD Parigi Moutong

Bisalanews.id,Parmout – Warga Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, menyampaikan berbagai keluhan terkait infrastruktur jalan dan penanganan banjir kepada anggota DPRD saat kegiatan reses temu konstituen, Kamis (24/04/2025).

Keluhan disampaikan warga dari beberapa desa, termasuk Desa Salepae, Moutong Tengah, dan Gio.

Mereka menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan dan penanganan bencana di wilayah perbatasan antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah ini.

Seorang warga Desa Salepae mengungkapkan rasa kecewa karena sejak desanya dimekarkan, jalan utama sepanjang 2,5 kilometer masih berupa tanah dan belum pernah diaspal.

Baca juga :  Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030

“Desa Salepae adalah desa yang terkucilkan. Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah daerah. Saat hujan, kendaraan sering terjebak di jalan berlumpur,” keluh seorang warga ke Anleg DPRD Parigi Moutong,Arifin Dg Palalo.

Sementara itu, warga Desa Moutong Tengah melaporkan kerusakan parah di jalur depan SMP Negeri Moutong.

Baca juga :  Mendikdasmen Lakukan Kunjungan Kerja ke Gorontalo, Resmikan Fakultas Kedokteran UMGo dan Luncurkan Program Smart School

Mereka berharap anggota dewan dapat mendorong pemerintah daerah melalui sidang Paripurna agar perbaikan jalan segera terealisasi.

Tak hanya masalah jalan, warga Desa Gio juga mengeluhkan kurang maksimalnya penanganan banjir.

Setiap musim hujan, air meluap hingga ke rumah-rumah warga tanpa ada solusi konkret dari pemerintah daerah maupun BPBD Parigi Moutong.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Arifin Dg Palalo, S.A.P, anggota DPRD Parimo dari Dapil IV, berjanji akan memperjuangkan seluruh keluhan warga dalam sidang Paripurna bersama eksekutif.

Baca juga :  SDN 2 Posona Kecamatan Kasimbar Gelar UAS Selama Tiga Hari

“Apa yang menjadi aspirasi warga akan kami bawa ke Paripurna sebagai bentuk perjuangan hak konstituen,” ujar Arifin.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap menjaga silaturahmi dan bersabar menunggu tindak lanjut pemerintah daerah.

“Semoga hasil pertemuan reses tahun 2025 ini menjadi harapan besar untuk menyelaraskan impian warga eks Moutong yang selama ini masih termarjinalkan,” tutupnya.

Total Views: 1068

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *