Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alam

Kapten KM Tatrik dan 17 ABK Selamat Setelah Hanyut di Teluk Tomini

×

Kapten KM Tatrik dan 17 ABK Selamat Setelah Hanyut di Teluk Tomini

Sebarkan artikel ini
Dua belas jiwa ABK KM Tatrik yang selamat di dampingi TIM SAR Gabungan.Foto Ipal.

Bisalanews.id – Kapten kapal KM Tatrik bersama 17 anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah kapal mereka hanyut di perairan Teluk Tomini akibat cuaca extrem.

KM Tatrik yang berasal dari Desa Paranggi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan hanyut oleh seorang warga bernama Alon kepada Basarnas Pos Parigi Moutong.

Example 300x600

“Kami mendapat info dari Pak Alon pada pukul 10:00 WITA. Setelah tiba di lokasi, kami berkomunikasi dengan warga setempat yang sebelumnya telah mengevakuasi lima orang ABK,” ujar Muhtar, Wadanpos SAR Parigi Moutong.

Baca juga :  Satbrimob Polda Sulteng Bantu Warga Terdampak Banjir di Kabonena Palu
Tim SAR Gabungan di bantu warga Bantaya beri makanan ke ABK KM Tatrik.Foto Ipal

Menindaklanjuti informasi dari warga, Muhtar bersama Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Polairud Polda Sulawesi Tengah, TNI AL Pos Parigi Moutong, Polairud Polres Parigi Moutong, dan masyarakat Desa Paranggi, segera bergerak.

“Kami menggunakan perahu nelayan untuk mencari kembali 12 orang yang diduga masih mengapung di rompon,” tambahnya.

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan mendapat informasi pada pukul 16:30 WITA dari warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, bahwa 12 orang ABK KM Tatrik ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga :  Desa Air Panas Disapu Banjir Lumpur Diduga Dampak Tambang Ilegal di Kayuboko
Tim SAR Gabungan mengatur pemulangan ABK KM Tatrik ke Desa Paranggi.Foto Ipal

Sedangkan menurut Kapten KM Tatrik, Rivai, kondisi yang mereka alami disebabkan oleh mesin alkon yang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa memompa air laut keluar dari kapal.

“Alkon yang mengalami masalah menyebabkan kami tenggelam,” keluh Rivai.

Untuk menyelamatkan ABK-nya, Rivai berinisiatif menaiki rompon (rakit) yang ada di dekat mereka dengan memutus tali gandengan kapal yang telah terisi penuh oleh air laut. Kejadian ini terjadi sekitar pukul lima pagi.

Baca juga :  Bantuan Pasca Bencana Tiga Kecamatan Lambat Di Salurkan
ABK KM Tatrik di berangkatkan menggunakan mobil bak terbuka ke keluarga masing-masing.Foto Ipal.

“Kami bertahan di rakit hingga pukul tiga siang, setelah melihat perahu dan memanggil bantuan,nelayan yang temukan kami dari Bantaya atas Nama Erik ” jelas Rivai.

KM Tatrik diketahui baru beroperasi selama enam bulan dan dilengkapi dengan izin serta jaket pelampung.

Rivai memastikan KM Tatrik sudah tidak bisa di evakuasi karena telah tenggelam ke dasar laut.

“Ombak yang menghantam kami sekitar lima meter,sehingga kapal kami sudah tidak bisa di evakuasi” tutupnya.

Total Views: 689

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *