
Bisalanews.id– Pasca banjir yang melanda Desa Balinggi Jati, dapur umum mandiri mulai beroperasi dengan cepat, bahkan lebih cepat dari dapur umum yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong.
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, I Ketut Mardika, menyatakan bahwa anggaran untuk mengoperasikan dapur umum ini bersumber dari dana desa serta dana pribadinya.
Hal ini dilakukan sembari menunggu bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial.
“Dana yang digunakan berasal dari anggaran desa, karena kita menunggu bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial.Langkah ini untuk memastikan masyarakat dapat makan pagi dan siang,” ujar I Ketut Mardika.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa respon cepat yang dilakukan oleh Kepala Desa Balinggi Jati didasari keprihatinan terhadap kondisi warga yang tidak dapat memasak akibat dapur mereka terendam air hingga ketinggian 50 sentimeter.
“Ini langkah antisipasi, kasihan masyarakat yang tidak bisa memasak karena dapurnya tergenang air sekitar 50 sentimeter,” tutupnya.
Dengan adanya dapur umum mandiri ini, diharapkan kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi sementara menunggu bantuan resmi dari pemerintah.
Respons cepat ini menunjukkan solidaritas dan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi warga yang terdampak bencana banjir.















