Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana alamDaerah

BNPB Laksanakan Rakor dan FGD di Parimo

×

BNPB Laksanakan Rakor dan FGD di Parimo

Sebarkan artikel ini
Narasumber dan Peserta Rakor Dan FGD analisis penguatan sistem diseminasi informasi dan peringatan dini tsunami.(08/11/2023)

Richard sebut IKD merupakan inovasi yang mempermudah pelayanan publik

Bisalanews.idKantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong menjadi tempat pelaksanaan Rapat Koordinasi dan FGD (Focus Group Discussion) yang bertujuan untuk menyusun analisis penguatan sistem diseminasi informasi dan peringatan dini tsunami.(08/11/2023)

Example 300x600

Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana tsunami.

Firman Hairu Yusup Pengadministrasian umum, Direktorat Peringatan Dini BNPB menjelaskan bahwa kegiatan ini fokus pada analisa dan survei untuk menentukan lokasi pemasangan alat peringatan dini tsunami.

Baca juga :  Banjir di Gorontalo : Parigi Moutong Kirim Bantuan Kebutuhan Dasar Dan 10 Orang Tagana

Firman juga menyampaikan bahwa rencananya, pada Tahun 2024, alat-alat peringatan dini tsunami akan dipasang di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia. Bantuan untuk program ini akan disediakan oleh Bank Dunia melalui Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang bekerja sama dengan BNPB.

Total akan ada 180 titik pemasangan alat di seluruh Indonesia, dengan 18 di antaranya berada di Sulawesi Tengah, termasuk 6 titik di Kabupaten Parigi Moutong.

Delegasi RI Dipimpin oleh Dirjen Strahan Kemhan Memimpin Pertemuan Ad Hoc ASEAN Defence Senior Official’s Meeting Working Group (ADSOM WG)

Baca juga :  Motivasi dan Penguatan oleh Sekretaris Umum KONI Parigi Moutong untuk Atlet dan Pelatih O2SN dan FLS2N

Sementara itu, Dadan Ramdan Nurjani, Konsultan dari Tritunggal Sejahtera, menjelaskan bahwa saat ini kegiatan yang dilakukan baru sebatas survei.

Setelah survei selesai, tim khusus akan turun untuk mengkaji hasil survei tersebut dan merancang rencana pemasangan alat peringatan dini tsunami.

Enam desa di Parigi Moutong telah menjadi titik survei, yaitu Desa Silampayang, Desa Tomini, Desa Palasa Tengah, Kelurahan Bantaya, Kelurahan Maesa, dan Desa Sausu Piore.Dalam pemilihan lokasi pemasangan alat, satu hal yang perlu diperhatikan adalah penempatan alat-alat tersebut pada tanah milik Pemerintah.

Baca juga :  HKN 2025: Dinkes Parigi Moutong Perkuat Kolaborasi Tenaga Kesehatan Lewat Pengabdian Masyarakat

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan alat peringatan dini tsunami tersebut, karena alat tersebut akan digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan banyak berada di lingkungan padat penduduk.

Dengan kerja sama antara BNPB, Bank Dunia, dan pemerintah daerah, diharapkan bahwa pemasangan alat peringatan dini tsunami ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap potensi bencana tsunami, terutama di daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Semoga langkah ini menjadi langkah positif dalam meminimalkan dampak bencana alam yang mungkin terjadi di masa depan.

Total Views: 593

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *