
Bisalanews.id, Parmout – Pergeseran jabatan kembali terjadi di tubuh Kejaksaan Republik Indonesia. Kali ini, posisi Kepala Kejaksaan Negeri Parigi Moutong resmi berganti dari Purnama kepada Dian Herdiman.
Pergantian ini memantik harapan baru di tengah masyarakat yang menunggu ketegasan penegakan hukum.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi yang rutin dilakukan guna meningkatkan kinerja institusi.
Pergantian pimpinan diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang ada.
Purnama yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Parigi Moutong kini mendapat amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sragen.
Penugasan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan atas dedikasi dan pengalaman yang telah ia tunjukkan selama bertugas.
Di sisi lain, Dian Herdiman dipercaya untuk memimpin Kejaksaan Negeri Parigi Moutong. Ia dihadapkan pada tantangan besar untuk menuntaskan sejumlah perkara yang selama ini menjadi sorotan publik.
Sejumlah kasus di Parigi Moutong diketahui masih menggantung dan belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.
Kondisi ini memicu polemik serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Beberapa isu yang kerap menjadi perbincangan di antaranya dugaan penyalahgunaan anggaran daerah yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap secara transparan kepada publik.
Selain itu, terdapat pula persoalan dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek pembangunan yang dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan, sehingga memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Kasus lain yang turut menjadi perhatian adalah dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat, yang hingga kini masih belum memiliki kepastian hukum yang jelas. Hal ini memperkuat persepsi adanya stagnasi dalam penegakan hukum.
Syawal, anggota Karang Taruna Kelurahan Bantaya, menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan baru di Kejaksaan Negeri Parigi Moutong.
Ia menilai pergantian ini harus menjadi momentum pembenahan.
“Kami menanti kepala kejaksaan negeri Parigi Moutong yang baru, sistem penanganan seperti apa nantinya, serius atau hanya pepesan kosong,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan keberanian dan ketegasan dari aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas berbagai kasus yang ada.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Dengan hadirnya Dian Herdiman sebagai Kajari yang baru, publik kini menanti “taring” nyata dalam penegakan hukum.
Harapan besar disematkan agar berbagai kasus yang selama ini menjadi polemik di Parigi Moutong dapat segera dituntaskan secara adil dan terbuka.














