
Bisalanews.id, Parmout – Menjelang pelaksanaan mobilisasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, Dinas Perhubungan Kabupaten Parigi Moutong memastikan kesiapan dukungan terhadap kebijakan mobilisasi serentak yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Mobilisasi arus mudik Nataru dijadwalkan dimulai 20 Desember 2024 dengan titik kumpul di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi di Palu.
“Kami secara institusional telah menerima surat resmi dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah. Mobilisasi akan dilakukan serentak pada tanggal 20 Desember, dengan titik kumpul di Dishub Provinsi. Untuk Kabupaten Parigi Moutong, jalurnya melalui Kota Palu dan berakhir di Kota Raya,” jelas pejabat Dishub Parigi Moutong.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sudah bisa mendaftar untuk mengikuti mobilisasi tersebut, yang akan dimulai tepat pukul 08.00 WITA.
Parigi Moutong Masuk Daerah dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi
Dalam paparannya, Dishub menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Parigi Moutong, khususnya di jalur nasional yang menjadi arus utama pergerakan kendaraan selama Nataru.
“Data kami menunjukkan bahwa 89 persen kecelakaan lalu lintas di Parigi Moutong terjadi di jalan nasional. Dari 140 kasus pada tahun 2024, sebanyak 125 terjadi di jalur nasional,” ungkapnya.
Salah satu penyebab utamanya adalah tidaknya tersedia rest area di sepanjang jalur nasional Parigi Moutong yang membentang sejauh 391 kilometer selama tahun 2024. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan akibat faktor kelelahan pengendara.
Pembangunan Rest Area sebagai Penyangga Keselamatan
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Dishub Parigi Moutong telah membangun dua zona rest area yang dirancang sebagai titik istirahat sekaligus pusat layanan pengendara.
- Zona 1: Ogomolos
Mengantisipasi arus kendaraan dari Tolitoli, Buol, Gorontalo, hingga Manado. - Zona 2: Toboli
Mengantisipasi pergerakan kendaraan dari wilayah selatan.
Untuk saat ini, rest area di Zona 1 (Ogomolos) telah selesai dikerjakan dan mulai difungsikan. Rest area ini disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan kelelahan.
“Rest area ini kami siapkan agar pengendara bisa beristirahat, mendapatkan suasana nyaman, dan melanjutkan perjalanan dengan aman. Jika tidak ada tempat istirahat, risikonya sangat besar karena kelelahan adalah salah satu faktor utama kecelakaan,” jelasnya.
Toboli Berpotensi One Way Saat Puncak Arus
Dishub juga mengungkapkan hasil survei lalu lintas di Toboli, salah satu titik paling padat di Parigi Moutong. Dalam rentang dua jam, volume kendaraan yang melintas mencapai 1.000–1.200 unit, terutama pada jam 11.00–13.00 WITA.
“Kami telah berkoordinasi dengan Satlantas. Jika eskalasi kepadatan meningkat signifikan, kami berpotensi melakukan penguraian kendaraan atau penerapan jalur satu arah (one way). Semua bergantung pada kondisi arus pada hari-H,” jelasnya.
Ajakan Menjaga Toleransi dan Kelancaran Perayaan Natal
Menutup keterangannya, Dishub Parigi Moutong menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar turut menjaga kelancaran dan ketertiban selama momentum perayaan Natal.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga toleransi demi kenyamanan para sahabat kita yang akan merayakan Natal. Mari bersama membangun sinergitas dan kerukunan sehingga suasana tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
















