Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Kesehatan

Erwin Burase Luncurkan Program Ambulance Gratis: “Kesehatan Adalah Hak, Bukan Pilihan”

×

Erwin Burase Luncurkan Program Ambulance Gratis: “Kesehatan Adalah Hak, Bukan Pilihan”

Sebarkan artikel ini
Bupati,Erwin Burase dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid didampingi Forkopimda serta Kepala OPD.(15/07/2025).Foto.MR.

Bisalanews.id,Parmout– Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, bukan sebuah pilihan.

Pernyataan tegas ini disampaikannya saat meluncurkan program ambulance gratis sebagai bagian dari realisasi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong.

Example 300x600

Peluncuran program ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam memperkuat pelayanan publik di sektor kesehatan, khususnya untuk menjangkau masyarakat miskin dan wilayah-wilayah terpencil.

“Kami ingin menegaskan kesehatan bukan hak yang harus dibeli oleh rakyat. Negara melalui pemerintah daerah harus hadir memastikan layanan kesehatan bisa diakses oleh siapa pun, di mana pun,” tegas Erwin dalam sambutannya.

Baca juga :  Sosialisasi Pencegahan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba Di Kabupaten Parigi Moutong

Program ambulance gratis ini merupakan bagian dari gerakan Bareng Erwin Said dan Masyarakat Parigi Moutong.

Gerakan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan memperjuangkan kesehatan bersama.

Menurut Erwin, program ini mencakup berbagai bentuk layanan kesehatan, antara lain,Pemeriksaan dan penanganan pasien gawat darurat langsung ke rumah warga tidak mampu,Pengantaran pasien rawat inap maupun jenazah dari fasilitas kesehatan ke rumah keluarga secara gratis.

Kemudian pembiayaan jaminan kesehatan untuk warga miskin ekstrem dan miskin yang terdata dalam sistem DTSEN.

Baca juga :  Kerja Sama Pendidikan Pemda dan Poltekesos Bandung Dikritik DPRD Parigi Moutong

“Kami tidak ingin lagi ada warga yang menunggu terlalu lama hanya karena tidak punya ongkos ke puskesmas. Ini soal nyawa, dan nyawa tidak boleh menunggu,” tegasnya.

Pemkab mencatat bahwa saat ini 82% masyarakat miskin di Parigi Moutong telah terdata dalam sistem jaminan sosial nasional dan akan menjadi prioritas penerima manfaat program ini.

Selain itu, terdapat 30 ambulans yang tersebar di seluruh puskesmas di kabupaten tersebut, meski beberapa di antaranya masih membutuhkan perbaikan.

Langkah inovatif lain yang turut dilakukan yaitu distribusi kendaraan roda dua bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil serta pengadaan laptop di 143 desa untuk menunjang digitalisasi layanan kesehatan.

Baca juga :  Anwar Hafid Bantah Perintahkan Moh. Nur Dg Rahmatu Mundur dari Pilkada Parigi Moutong

“Kami sadar bahwa memperbaiki layanan kesehatan bukan pekerjaan instan. Tapi kami memulainya sekarang, dengan tegas dan jelas, karena rakyat tidak bisa menunggu,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk ikut serta mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Mari kawal bersama, manfaatkan dengan bijak, dan pastikan tidak ada warga Parigi Moutong yang tertinggal dalam urusan kesehatan,” pungkasnya.

Total Views: 2572

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *