Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Infrastruktur

Erwin Burase Sindir Gedung Pusdalops yang Terlalu Pendek

×

Erwin Burase Sindir Gedung Pusdalops yang Terlalu Pendek

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase,saat menyampaikan sambutan Senin (14/07/2025).Foto.MR

Bisalanews.id,Parmout — Peresmian Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong yang seharusnya menjadi momen strategis justru diwarnai sorotan tajam dari Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, Senin (14/07/2025).

Erwin secara terbuka menyindir bangunan baru tersebut yang dinilainya terlalu rendah dan berpotensi tergenang banjir.

Example 300x600

“Jangan kita yang sibuk mengurus bencana di tempat lain, musim hujan malah kita yang kena banjir,” sindir Bupati Erwin saat menyampaikan sambutan di hadapan tamu undangan dan pejabat daerah.

Baca juga :  PPK Sebut Rehabilitasi Gedung Lantai 1 RS Anuntaloko Capai 100 Persen, Belum Dilakukan PHO

Gedung Pusdalops yang dibangun menggunakan dana Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) mitra BNPB RI ini seharusnya menjadi pusat komando dan informasi kebencanaan.

Namun ironisnya, desain bangunan justru menjadi bahan lelucon para pejabat karena posisinya yang rendah dari bangunan lain di sekitarnya.

Candaan bermula ketika Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, mempertanyakan posisi gedung kepada Plt. Kalak BPBD Rivai.

“Ini mungkin diberikan contoh, kalau seandainya rumah kita banjir, begini penanganannya,” ujar Erwin sambil tertawa, disambut gelak para undangan.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, kritik terhadap desain Pusdalops ini menyiratkan kekhawatiran serius terhadap ketidaktepatan perencanaan infrastruktur kebencanaan.

Baca juga :  Bupati Poso Hadiri ICI 2025 di Jakarta, Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Gedung yang semestinya menjadi simbol kesiapsiagaan justru dinilai rawan terdampak bencana itu sendiri.

Dalam sambutannya, Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat mitigasi dan respons bencana di daerah rawan seperti Parigi Moutong.

“Gedung ini bukan hanya menjadi pusat komando,tetapi juga menjadi pusat informasi dan koordinasi saat menghadapi status darurat bencana alam maupun non alam”ucapnya.

Ia menjelaskan Parigi Moutong merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana,seperti banjir,tanah longsor,gempa bumi yang membutuhkan sistem penanggulangan bencana yang sigap setiap waktu.

Baca juga :  Forum Perangkat Daerah Penyusunan RKPD Tahun 2026, Pj Bupati : Semua OPD Menyeleksi Usulan dengan Baik

“Untuk itu saya berharap dengan adanya gedung ini,kerjasama BPBD dalam melakukan mitigasi,kesiapsiagaan dan respon bencana akan semakin optimal”tambahnya.

Lebih lanjut, ia menghimbau kepada BPBD Parigi Moutong untuk membangun sinergitas lintas sektor antar pemerintah daerah,TNI – Polri ,relawan dan masyarakat sebagai satu kesatuan demi ketangguhan penanggulangan bencana.

“Saya berpesan kepada BPBD dan jajaran agar memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya, menggunakan fasilitas ini, untuk meningkatkan koordinasi,memperkuat data informasi kebencanaan serta menjalin komunikasi yang aktif”tegasnya.

Total Views: 1385

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *