Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Olahraga

KONI Parigi Moutong Panaskan Mesin Menuju Porprov Morowali 2026, Target Prestasi Mulai Disusun

×

KONI Parigi Moutong Panaskan Mesin Menuju Porprov Morowali 2026, Target Prestasi Mulai Disusun

Sebarkan artikel ini
Suasana rapat Pengurus KONI Parigi Moutong yang membahas target medali dalam Porprov X Sulteng di Kabupaten Morowali. Senin malam (25/05/2026). – Foto : MRP

Parigi Moutong, Bisalanews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X di Kabupaten Morowali, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Langkah awal persiapan ditandai dengan rapat perdana pengurus KONI bersama cabang olahraga (cabor) yang digelar di Aula Pertemuan KONI Parigi Moutong, Senin malam (25/05/2026).

Example 300x600

Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah seluruh pengurus dan cabor untuk menyusun strategi menghadapi pesta olahraga terbesar tingkat provinsi itu.

Tidak sekadar rapat biasa, forum ini menjadi titik awal evaluasi kekuatan, kesiapan atlet, hingga pembahasan skema anggaran yang realistis demi menjaga peluang prestasi kontingen Parigi Moutong.

Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, mengatakan bahwa saat ini tuan rumah Porprov, Kabupaten Morowali, masih melakukan tahap finalisasi cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

Baca juga :  156 peserta dari 13 Provinsi se Indonesia Berlaga Di Parigi Moutong

“Rapat ini merupakan persiapan awal menuju Porprov Morowali. Saat ini masih tahap finalisasi cabang olahraga,” ujar Faisan.

Berdasarkan data sementara, terdapat 27 cabang olahraga yang diproyeksikan akan dipertandingkan pada Porprov ke-X Morowali, ditambah tiga cabang olahraga eksebisi.

Meski demikian, Faisan menegaskan bahwa kesiapan atlet perlu dievaluasi sejak dini. Menurutnya, penentuan jumlah atlet yang akan diberangkatkan nantinya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah tanpa mengesampingkan target prestasi.

“Atlet yang akan diberangkatkan nantinya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Karena itu, setiap cabang olahraga harus mampu meyakinkan bahwa atlet mereka berpotensi meraih medali,” tegasnya.

Ia menilai, Porprov Morowali bukan sekadar agenda olahraga semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen olahraga di Kabupaten Parigi Moutong. Karena itu, kekompakan pengurus dan cabor menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kontingen nantinya.

Menariknya, Faisan mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru empat daerah di Sulawesi Tengah yang telah menyatakan kesiapan anggaran mengikuti Porprov Morowali 2026.

Baca juga :  Panitia BK PON Kembali Datangkan 3 Atlet Nasional Sebagai Bintang Tamu

“Hingga saat ini baru empat daerah yang kesiapan anggarannya sudah ready mengikuti Porprov Morowali, yakni Kabupaten Banggai, Parigi Moutong, Kota Palu, dan tuan rumah Morowali,” ungkapnya.

Di tengah pembahasan strategi, sejumlah masukan juga mengemuka dalam rapat. Supardin menyoroti evaluasi capaian Porprov sebelumnya, terutama terhadap beberapa cabang olahraga yang belum berhasil menyumbangkan medali bagi daerah.

Menurutnya, perlu ada pertimbangan matang apakah seluruh 27 cabang olahraga tetap diberangkatkan atau hanya cabor yang memiliki peluang realistis menyumbang prestasi.

Sementara itu, Mawardin mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat pembinaan atlet. Ia mendorong setiap cabang olahraga mulai mempersiapkan atlet melalui training center (TC) masing-masing.

“Dengan anggaran terbatas kita tetap harus memaksimalkan persiapan. Setiap cabang olahraga harus melaksanakan training center masing-masing,” ujarnya.

Baca juga :  Hestiwati L Nanga Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PELTI Parigi Moutong

Senada dengan itu, Amran menilai langkah teknis juga harus segera dipercepat. Menurutnya, pembentukan panitia pemberangkatan kontingen menjadi agenda penting agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.

Selain itu, penyusunan time schedule menuju Porprov dinilai perlu segera dilakukan, termasuk menentukan pola pelaksanaan TC, apakah dilakukan secara terpusat atau berjalan.

“Data atlet juga harus segera disiapkan karena berkaitan dengan kebutuhan atribut kontingen,” jelasnya.

Rapat perdana ini menjadi sinyal bahwa KONI Parigi Moutong tidak ingin datang sekadar meramaikan Porprov Morowali 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, semangat untuk membangun kontingen yang kompetitif mulai dirancang sejak dini dengan harapan, Parigi Moutong mampu membawa pulang lebih banyak prestasi dan mengharumkan nama daerah di panggung olahraga Sulawesi Tengah.

Total Views: 33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *