Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Olahraga

Tim Monitoring KONI Evaluasi 27 Cabor Jelang Porprov Sulteng 2026, Tiga Atlet Takraw yang Pindah ke Morowali Dipastikan Gagal Tampil

×

Tim Monitoring KONI Evaluasi 27 Cabor Jelang Porprov Sulteng 2026, Tiga Atlet Takraw yang Pindah ke Morowali Dipastikan Gagal Tampil

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin. Senin, (29/06/2026) – Foto : MRP

Parigi Moutong, Bisalanews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong melalui Tim Monitoring Sembilan mulai melakukan pemantauan terhadap 27 cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–11 November di Kabupaten Morowali.

Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh cabang olahraga sebelum ditetapkan sebagai bagian dari kontingen Kabupaten Parigi Moutong.

Example 300x600

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Parigi Moutong, Supardin, menjelaskan bahwa tim monitoring tidak dibentuk untuk mencari kelemahan ataupun kesalahan para pengurus, pelatih, dan atlet. Menurutnya, tugas utama tim adalah melakukan identifikasi dan memastikan kesiapan organisasi, atlet, pelatih, serta seluruh aspek pendukung yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov.

“Hasil monitoring ini akan menjadi dasar evaluasi apakah seluruh cabang olahraga benar-benar siap mengikuti Porprov atau masih memiliki kendala yang harus dibenahi,” ujar Supardin. Senin (29/06/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan karena terdapat kemungkinan sejumlah cabang olahraga belum memenuhi syarat untuk diberangkatkan, baik akibat kepengurusan yang tidak lagi aktif, minimnya pembinaan, maupun belum siapnya atlet yang akan diturunkan.

Baca juga :  Faisan Badja Dorong Penguatan Pembinaan Atlet Muda di Hari Keempat Porkab VI

Seluruh hasil monitoring nantinya akan dibahas dalam rapat internal Tim Sembilan bersama pengurus KONI Kabupaten Parigi Moutong.

Selanjutnya, hasil tersebut akan dipresentasikan kepada Bupati Parigi Moutong sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diikuti pada Porprov Sulteng 2026.

Menurut Supardin, rapat tersebut juga akan menentukan apakah seluruh 27 cabang olahraga akan diberangkatkan atau hanya cabang olahraga yang dinilai memiliki kesiapan dan peluang meraih prestasi.

Selain itu, hasil analisis tim akan menjadi dasar penetapan sekitar sepuluh cabang olahraga unggulan yang diharapkan menjadi penyumbang medali bagi Kabupaten Parigi Moutong.

Ia menegaskan bahwa target utama kontingen Parigi Moutong bukan sekadar berpartisipasi, tetapi mampu membawa pulang medali sebanyak-banyaknya.

Karena itu, seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar atlet yang diberangkatkan benar-benar siap bersaing.

Supardin juga menegaskan komitmen Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong untuk tidak menggunakan atlet dari luar daerah.

Baca juga :  Hestiwati L Nanga Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PELTI Parigi Moutong

Seluruh atlet yang akan memperkuat kontingen merupakan putra-putri asli Kabupaten Parigi Moutong sebagai bagian dari upaya membangun prestasi olahraga melalui pembinaan atlet lokal.

“Apapun hasilnya nanti, kami tetap menggunakan atlet daerah. Ini adalah komitmen KONI untuk memberikan kesempatan kepada atlet asli Parigi Moutong membela daerahnya sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Supardin turut memastikan bahwa tiga atlet andalan cabang olahraga sepak takraw asal Parigi Moutong yang sebelumnya mengajukan perpindahan ke Kabupaten Morowali dipastikan tidak dapat memperkuat daerah barunya pada Porprov Sulawesi Tengah 2026.

Menurutnya, ketiga atlet yang sebelumnya berhasil mempersembahkan medali emas itu terkendala aturan mutasi atlet yang diberlakukan KONI.

Meskipun telah mengajukan perpindahan, sejumlah persyaratan administrasi yang diwajibkan tidak dapat dipenuhi sehingga proses mutasi dinyatakan tidak memenuhi ketentuan.

“Aturan mutasi atlet cukup ketat. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, dan karena syarat tersebut tidak terpenuhi, maka tiga atlet sepak takraw yang mengajukan perpindahan ke Morowali dipastikan tidak dapat tampil pada Porprov nanti,” jelas Supardin.

Baca juga :  Ribuan Peserta Ikuti Kejuaran Tarkam Kemenpora 2024 di Parigi Moutong

Ia menegaskan keputusan tersebut murni merupakan konsekuensi dari penerapan regulasi mutasi atlet yang berlaku dan bukan karena pertimbangan teknis maupun nonteknis lainnya.

Dengan demikian, ketiga atlet tersebut dipastikan tidak akan memperkuat Kabupaten Morowali pada ajang Porprov Sulawesi Tengah 2026.

Meski demikian, Supardin tetap optimistis prestasi Parigi Moutong dapat meningkat. Ia berharap atlet-atlet yang dipersiapkan saat ini mampu menggantikan kontribusi atlet yang tidak dapat tampil dan bahkan menambah perolehan medali dibandingkan penyelenggaraan Porprov sebelumnya.

Di akhir kegiatan monitoring, Supardin memberikan apresiasi kepada pengurus, pelatih, dan atlet cabang olahraga Petanque.

Menurutnya, hingga saat ini Petanque menjadi cabang olahraga dengan tingkat kesiapan terbaik dibandingkan cabor lain yang telah dikunjungi Tim Monitoring.

Penataan organisasi yang baik, disiplin latihan, serta kesiapan atlet diyakini akan berdampak positif terhadap peluang meraih prestasi bagi Kabupaten Parigi Moutong pada Porprov Sulawesi Tengah 2026.

Total Views: 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *