Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Olahraga

Faisan Lelo Badja: Turnamen Biliar Jadi Tolok Ukur Kesiapan Atlet Parigi Moutong

×

Faisan Lelo Badja: Turnamen Biliar Jadi Tolok Ukur Kesiapan Atlet Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja beri sambutan di Open Tournament Biliar di Parigi. Sabtu (04/07/2026) – Foto : MRP

Parigi Moutong, Bisalanews.id – Persiapan kontingen Kabupaten Parigi Moutong menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali terus dimatangkan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Open Tournament Biliar memperebutkan Piala Bergilir Ketua POBSI Kabupaten Parigi Moutong sebagai ajang pemanasan sekaligus mengukur kemampuan atlet sebelum turun di arena pertandingan.

Example 300x600

Turnamen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan atlet cabang olahraga biliar sekaligus sarana uji tanding menghadapi lawan-lawan yang diperkirakan akan bersaing pada Porprov mendatang.

Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Lelo Badja, mengapresiasi langkah Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Parigi Moutong yang sukses menyelenggarakan turnamen tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Sulawesi Tengah.

Apresiasi itu disampaikan Faisan saat menghadiri pembukaan turnamen, Sabtu (04/07/2026). Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus POBSI Kabupaten Parigi Moutong yang telah berinisiatif menggelar kompetisi tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada POBSI Provinsi Sulawesi Tengah, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen dapat terselenggara dengan baik.

Baca juga :  Kunjungi SMPN 1 Moutong, Bupati Samsurizal Tombolotutu Sosialisasi Penjaringan Bakat

Menurut Faisan, Open Tournament Biliar memiliki nilai strategis karena menjadi sarana try out bagi atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kabupaten Parigi Moutong pada Porprov 2026.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memberikan pengalaman berharga bagi atlet tuan rumah untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

“Kegiatan ini merupakan ajang try out yang sangat baik bagi atlet-atlet kita. Dengan menghadapi peserta dari kabupaten lain, mereka bisa menguji kemampuan dan kesiapan sebelum turun di Porprov,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa hari sebelumnya Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan peninjauan terhadap seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi Porprov.

Monitoring tersebut bertujuan memastikan setiap cabang olahraga memiliki kesiapan yang optimal, baik dari sisi pembinaan atlet, program latihan, maupun kesiapan menghadapi persaingan di Morowali.

Selain kesiapan teknis, Faisan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Bupati dan Wakil Bupati beserta seluruh jajaran, yang telah memberikan dukungan anggaran bagi persiapan kontingen menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi juga komitmen seluruh pengurus cabang olahraga dalam membina atlet secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia meminta setiap cabang olahraga terus meningkatkan kualitas latihan agar mampu tampil maksimal saat Porprov berlangsung.

“Kita harus benar-benar siap bertarung. Semua cabang olahraga yang diberangkatkan harus memiliki persiapan yang matang agar mampu memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Parigi Moutong,” tegasnya.

Khusus untuk cabang olahraga biliar, Faisan berharap prestasi yang diraih pada Porprov mendatang mampu melampaui capaian sebelumnya. Pada Porprov terakhir, POBSI Kabupaten Parigi Moutong berhasil mempersembahkan satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Ia optimistis kepengurusan POBSI yang baru mampu menghadirkan semangat baru dalam pembinaan atlet. Didukung program latihan yang lebih terarah, evaluasi berkelanjutan, dan agenda kompetisi yang rutin, peluang meningkatkan perolehan medali dinilai semakin terbuka.

Faisan juga menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh berhenti setelah Porprov. Menurutnya, regenerasi atlet harus terus dilakukan agar Kabupaten Parigi Moutong memiliki stok atlet berkualitas yang siap bersaing pada berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Ia mengungkapkan, olahraga biliar di Kabupaten Parigi Moutong kini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Jika sebelumnya olahraga ini lebih banyak digeluti kalangan tertentu, kini semakin banyak pelajar tingkat SMP dan SMA yang mulai menekuninya sebagai cabang olahraga prestasi.

Karena itu, Faisan mendorong POBSI Kabupaten Parigi Moutong untuk terus menjaring bibit-bibit atlet muda melalui berbagai turnamen dan program pembinaan usia dini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang guna menjaga prestasi olahraga biliar sekaligus memperkuat kontingen Parigi Moutong pada Porprov maupun kejuaraan lainnya di masa mendatang.

Total Views: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *