
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Suasana penuh kebanggaan menyelimuti SDN 1 Inti Pembina Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Senin (13/07/2026).
Seluruh warga sekolah menyambut kepulangan siswi berprestasi, Safwatul Inayah, yang sukses meraih medali emas cabang olahraga atletik pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi.
Penyambutan berlangsung meriah dengan pengalungan bunga kepada sang juara, dilanjutkan arak-arakan mengelilingi lingkungan sekolah.
Guru, siswa, dan tenaga kependidikan turut memberikan apresiasi sebagai bentuk penghormatan atas prestasi yang telah mengharumkan nama sekolah.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Safwatul Inayah menjadi wakil Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang O2SN tingkat nasional.
Prestasi itu menjadi kebanggaan tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga masyarakat Kecamatan Ampibabo dan Kabupaten Parigi Moutong.
Kepala SDN 1 Inti Pembina Ampibabo, Supardin, mengatakan capaian yang diraih siswanya merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, guru hingga dukungan orang tua.
“Prestasi ini bukan lahir secara instan. Ada proses panjang, latihan yang disiplin, serta kerja sama yang baik antara sekolah, pelatih, dan keluarga. Kami bersyukur usaha itu membuahkan hasil yang membanggakan,” ujar Supardin.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa dari daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pembinaan yang konsisten.
Menurutnya, peran pelatih menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Safwatul Inayah meraih medali emas.
Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada pelatih atletik, Saparudin, yang dinilai bekerja dengan penuh dedikasi.
“Pak Saparudin mampu membina atlet dengan sungguh-sungguh meskipun fasilitas latihan yang tersedia sangat terbatas. Semangat dan komitmennya patut diapresiasi karena mampu melahirkan atlet berprestasi,” katanya.
Supardin mengungkapkan, selama ini para atlet harus berlatih di lintasan yang kondisinya jauh dari standar.
Keterbatasan sarana tersebut tidak menyurutkan semangat pelatih maupun atlet untuk terus berlatih demi meraih prestasi.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan lintasan atletik di Ampibabo agar dapat kembali difungsikan dan diperbaiki.
“Kami berharap pemerintah melihat kondisi fasilitas olahraga yang ada. Lintasan atletik di Ampibabo merupakan aset penting bagi pembinaan atlet muda. Jika diperbaiki, tentu akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lintasan atletik tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Parigi Moutong karena merupakan peninggalan pembangunan pada masa mantan Bupati Parigi Moutong yang kemudian menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah selama dua periode, Longki Djanggola.
Dengan keberangkatan Safwatul Inayah menuju O2SN tingkat nasional, SDN 1 Inti Pembina Ampibabo berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berlatih, berprestasi, dan membawa nama baik Parigi Moutong serta Sulawesi Tengah di tingkat nasional.















