Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pemerintahan

Tiga Tahun Kosong, Erwin Burase Tekankan Lelang Jabatan Bebas Intervensi

×

Tiga Tahun Kosong, Erwin Burase Tekankan Lelang Jabatan Bebas Intervensi

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase membuka JPT Tahun 2026 di Audotorium, Sabtu (16/05/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 memasuki tahap uji potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural.

Di tengah proses itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, memberi penegasan keras agar seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan tidak dipengaruhi kepentingan apa pun.

Example 300x600

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka pelaksanaan asesmen di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (16/05/2026).

Menurut Erwin, seleksi pejabat eselon II bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum menentukan arah birokrasi daerah ke depan.

“Seleksi ini harus benar-benar mengukur kapasitas dan kompetensi peserta. Saya sudah berulang kali mengingatkan tim seleksi agar bekerja objektif dan profesional,” ujar Erwin di hadapan peserta asesmen.

Baca juga :  Evaluasi Bappelitbangda: Ada OPD Tak Maksimal Hambat Lompatan Parigi Moutong

Ia mengungkapkan, kondisi birokrasi di Parigi Moutong saat ini masih menghadapi persoalan serius akibat banyaknya jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong dalam kurun hampir tiga tahun terakhir.

Kekosongan itu menyebabkan sejumlah OPD dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt), yang dinilai belum optimal dalam pengambilan kebijakan strategis.

Menurutnya, keberadaan pejabat definitif sangat penting untuk memperkuat stabilitas pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

“Sudah cukup lama jabatan ini kosong. Kondisi itu tentu berdampak pada efektivitas jalannya pemerintahan,” katanya.

Dalam arahannya, Erwin juga menegaskan kebutuhan pemerintah daerah saat ini bukan hanya pejabat dengan kemampuan administratif semata, tetapi figur pemimpin birokrasi yang memiliki integritas, loyalitas, serta kemampuan menciptakan inovasi di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Baca juga :  Basuki ‘Kuliti’ Pemda Parigi Moutong di Paripurna, Soroti Lampu Merah Mati hingga 10 Tenaga Ahli di Tengah Fiskal Daerah Sesak Nafas

Ia bahkan menyinggung pola kerja sebagian birokrasi yang dinilai masih terpaku pada penggunaan anggaran rutin tanpa melahirkan gagasan baru yang berdampak bagi masyarakat.

“Kepala OPD jangan hanya berpikir soal perjalanan dinas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ide dan terobosan agar program pusat bisa masuk ke daerah,” tegasnya.

Erwin menyatakan akan melakukan wawancara langsung terhadap peserta yang masuk tiga besar pada setiap jabatan yang dilelang.

Tahap itu disebut menjadi ruang untuk mengukur kemampuan calon pejabat dalam menerjemahkan visi pembangunan daerah, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Baca juga :  Pemda Parigi Moutong Kawal Kesiapan Dapur MBG untuk Dukung Gizi Anak Sekolah

Ia ingin memastikan pejabat yang terpilih mampu menghadirkan program yang efektif, realistis, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Visi kita Parigi Moutong maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui Gerbang Desa. Saya ingin melihat siapa yang benar-benar punya inovasi dan mampu bekerja dalam keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Selain menyoroti substansi seleksi, Erwin juga menanggapi adanya peserta yang tidak lolos administrasi dan mengajukan sanggahan. Ia menegaskan seluruh tahapan administrasi merupakan kewenangan penuh tim seleksi yang bekerja berdasarkan aturan pemerintah pusat.

Seleksi terbuka JPT Pratama Pemkab Parigi Moutong tahun 2026 diikuti 73 peserta yang memperebutkan 19 jabatan kepala OPD yang hingga kini masih kosong.

Total Views: 632

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *