
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kembali menggulirkan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Sebanyak 13.706 paket seragam untuk jenjang SD dan SMP dipastikan siap disalurkan ke sekolah-sekolah mulai pekan ini setelah proses penyortiran selesai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh persiapan distribusi kini memasuki tahap akhir.
Seragam akan segera dikirim ke sekolah penerima agar dapat digunakan siswa pada awal tahun ajaran baru.
“Sementara sortir untuk persiapan, mungkin dalam minggu ini sudah pendistribusian,” ujar Sunarti usai mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (14/07/2026).
Sunarti menjelaskan, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan jumlah peserta didik baru yang masuk setiap tahun tidak selalu sama.
“Sepertinya tidak sama tahun kemarin sama tahun sekarang karena jumlah anak yang akan masuk sekolah itu tidak mungkin sama terus dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia mengaku belum mengingat secara rinci jumlah penerima manfaat. Data tersebut, kata dia, berada pada bidang teknis Disdikbud yang menangani manajemen peserta didik.
Sementara itu, Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, S.E., M.A.P., menyebutkan sebanyak 13.706 paket seragam telah disiapkan untuk didistribusikan.
Jumlah tersebut terdiri atas 6.594 paket untuk siswa SD dan 7.112 paket untuk siswa SMP.Jika dibandingkan tahun ajaran 2025/2026, angka tersebut mengalami penurunan.
Tahun lalu, program seragam sekolah gratis menjangkau 15.440 siswa baru berdasarkan data Dapodik.Setiap siswa penerima akan memperoleh satu paket seragam lengkap, yakni seragam putih-merah untuk jenjang SD dan putih-biru untuk jenjang SMP, yang dilengkapi dengan topi dan dasi.
Sunarti menambahkan, distribusi tahap awal akan menyasar sekolah negeri dan swasta. Adapun sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) belum masuk dalam penyaluran karena masih dalam tahap persiapan.
“Kalau yang sudah siap dibagikan itu negeri sama swasta, cuman kalau yang di bawah naungan Kemenag itu belum siap,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pemerintah daerah sebenarnya berkeinginan meningkatkan cakupan bantuan dengan menambahkan sepatu, tas sekolah hingga lembar kerja siswa (LKS).
Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi belanja daerah.
“Sebenarnya diwacanakan keinginan Pak Bupati sampai pada sepatunya, bahkan tas sama LKS. Cuma karena kita posisi masih efisiensi maka anggaran itu belum bisa terpenuhi. Insya Allah tahun depan kalau fiskal kita sudah membaik akan kita tingkatkan sesuai harapan Pak Bupati,” ungkapnya.
Program seragam sekolah gratis menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Meski masih dibatasi kondisi fiskal daerah, pemerintah memastikan kebutuhan dasar berupa seragam sekolah tetap menjadi prioritas agar seluruh peserta didik baru dapat memulai proses belajar dengan perlengkapan yang layak.
















