
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pertanian, mulai dari keterbatasan sarana produksi, perubahan cuaca yang sulit diprediksi, hingga fluktuasi harga hasil panen, petani di Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan optimisme melalui keberhasilan panen raya jagung yang dilaksanakan Kelompok Tani Moringa di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Senin (15/06/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.
Dukungan pemerintah dan pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana, apresiasi kelompok tani moringa, ia mengatakan panen raya tersebut merupakan hasil pengembangan tanaman jagung yang ditanam sejak 12 Februari 2026 melalui program Jaksa Mandiri Pangan.
Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta Dinas Ketahanan Pangan yang secara konsisten mendorong peningkatan produksi pangan daerah.
Menurut Sofiana, Kelompok Tani Moringa mengelola lahan seluas lima hektare. Dari total luasan tersebut, empat hektare telah memasuki masa panen, sementara satu hektare lainnya sudah kembali ditanami sebagai persiapan musim tanam berikutnya.
“Hasil panen yang dicapai petani sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian masyarakat,” kata Sofiana.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Parigi Barat bersama Dinas Ketahanan Pangan pada 9 Juni 2026, produktivitas jagung di lokasi tersebut tergolong tinggi.
Dari pengukuran sampel yang dilakukan, produksi jagung pipilan kering diperkirakan mencapai antara 10 hingga 14 ton per hektare. Angka tersebut dinilai sangat baik dan berada di atas rata-rata produktivitas jagung pada umumnya.
Sofiana menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penggunaan benih jagung varietas NK 212 yang merupakan bantuan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong.
“Angka produksi ini menjadi bukti bahwa bantuan benih jagung varietas NK 212 yang diberikan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi petani. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.
Dengan harga jagung yang saat ini berkisar Rp6.000 per kilogram, hasil panen tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi petani. Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini dapat memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai salah satu sentra produksi jagung unggulan di Sulawesi Tengah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani secara berkelanjutan.













