Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pertanian

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Parigi Moutong Membuat Petani Meradang

×

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Parigi Moutong Membuat Petani Meradang

Sebarkan artikel ini
Sawah milik petani.

Bisalanews.id – Parigi Moutong, yang dikenal sebagai wilayah pertanian terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, kini dihadapkan pada masalah serius terkait kelangkaan pupuk bersubsidi.(04/06/2024).

Para petani di daerah ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, yang seharusnya mendukung produktivitas pertanian mereka.

Example 300x600

Salah satu petani setempat, AT, warga Desa Dolago, mengungkapkan bahwa pupuk bersubsidi sebenarnya ada, namun tertahan di gudang salah satu kios penyalur pupuk bersubsidi di Desa Sumber Sari.

“Itu pupuk ada di gudang di Sumber Sari, yang kalau dalam penglihatan kami kurang lebih seratusan ton,” ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pengawasan dari Pemerintah Daerah Parigi Moutong.

Hal ini membuka peluang bagi oknum mafia pupuk untuk melakukan praktik penimbunan dan penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi.

Baca juga :  Sunarti Minta Evaluasi Pembagian Rayon di Parigi Moutong

Akibatnya, pupuk yang seharusnya mudah didapatkan oleh petani malah menjadi barang langka.

Para petani mendesak perlunya pengawasan yang lebih ketat dan berkelanjutan dari Satgas Pupuk agar tindakan oknum mafia pupuk dapat dicegah.

Pengawasan yang intensif ini diharapkan mampu memastikan bahwa pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan, sehingga produktivitas pertanian di Parigi Moutong tidak terganggu.

Dengan adanya perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang, diharapkan kelangkaan pupuk bersubsidi di Parigi Moutong dapat segera teratasi, dan petani dapat kembali beraktivitas dengan normal tanpa kekhawatiran akan sulitnya mendapatkan pupuk.

Baca juga :  Plt Kadinkes Parigi Moutong dan PPK Dua Proyek Puskesmas 18 Miliar Berkelit

Menanggapi hal ini,Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi lapangan terkait keluhan petani yang tidak menerima pupuk.

Ariesto menambahkan, “Jika ada petani yang merasa kuotanya tidak cukup atau tidak tersalurkan, silahkan mengadukan ke KUPTD Pertanian atau tim verifikasi dan validasi (verval) kecamatan, atau langsung ke dinas TPHP atau Kasi Pupuk dan Pestisida.

“Lebih lanjut, Ariesto menjelaskan bahwa Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong melalui tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) akan menindak tegas kios penyalur atau kios pupuk lengkap (KPL) yang menyalurkan pupuk tidak sesuai kuota petani.

Baca juga :  Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030

“Di Parigi Moutong, ada dua gudang penyangga lini 3, yaitu di Desa Sumber Sari dan Desa Kayu Agung,” terang Ariesto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kemungkinan besar yang dilihat oleh petani adalah gudang lini 3, yaitu gudang produsen atau distributor yang ada di wilayah kabupaten.

“Tim KP3 akan melakukan pemeriksaan ke kecamatan dan kios penyalur pupuk untuk memastikan distribusi sesuai dengan aturan,” tegas Ariesto.

Untuk informasi lebih lanjut dan pengaduan, petani dapat langsung menghubungi KUPTD Pertanian, tim verval kecamatan, atau dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong.

Total Views: 839

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *