
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Dukungan terhadap rencana pembentukan Asosiasi Petani Durian Premium di Kabupaten Parigi Moutong terus mengalir. Salah satunya datang dari Ketua DPC Gerindra Kabupaten Parigi Moutong Faisan Lelo Badja yang juga merupakan petani durian aktif.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan yang diinisiasi oleh Maestro Petani Durian Parigi Moutong, Ketut Kari, untuk membentuk wadah pemersatu para petani durian premium di daerah tersebut.
Menurut Faisan, pembentukan asosiasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi petani durian di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap buah durian berkualitas premium. Ia menilai keberadaan organisasi tersebut akan menjadi sarana yang efektif dalam membangun kerja sama dan komunikasi antarpetani.
“Saya sangat mendukung gagasan yang disampaikan Pak Ketut Kari terkait pembentukan Asosiasi Petani Durian Premium. Ini merupakan langkah positif untuk menyatukan para petani dalam satu wadah yang memiliki visi dan tujuan bersama,” ujar Faisan, Senin (01/06/2026).
Ia mengatakan bahwa selama ini para petani durian di Parigi Moutong memiliki potensi yang sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan kelembagaan agar mampu berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurut Faisan, asosiasi nantinya dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara petani, pemerintah, pelaku usaha, hingga investor yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor perkebunan durian.
“Dengan adanya asosiasi, para petani akan lebih mudah bertukar informasi, meningkatkan kualitas budidaya, serta memperluas akses pasar. Ini akan menjadi kekuatan baru bagi petani durian Parigi Moutong,” katanya.
Ia juga menilai sosok Ketut Kari memiliki pengalaman panjang dalam dunia budidaya durian dan telah banyak memberikan inspirasi bagi para petani di daerah. Karena itu, gagasan yang disampaikan dinilai memiliki tujuan yang jelas untuk kemajuan petani.
Faisan berharap pembentukan asosiasi tidak hanya menjadi wadah formal semata, tetapi mampu melahirkan berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi para anggotanya, mulai dari pelatihan, pendampingan teknis, hingga penguatan jaringan pemasaran.
“Petani membutuhkan wadah yang benar-benar mampu memperjuangkan kepentingan mereka. Saya berharap asosiasi ini nantinya menjadi rumah besar bagi seluruh petani durian premium di Parigi Moutong,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tren pasar durian premium yang terus meningkat harus menjadi peluang yang dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani lokal. Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat agar produk durian daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, keberadaan asosiasi juga dapat mendorong terciptanya standar kualitas yang seragam sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap durian premium asal Parigi Moutong.
“Kalau petani bersatu, kualitas produk terjaga, dan pemasaran berjalan baik, maka nilai ekonomi yang diperoleh petani tentu akan semakin meningkat. Ini yang harus kita perjuangkan bersama,” tegas Faisan.
Ia berharap seluruh petani durian premium, pelaku usaha, dan pihak terkait dapat memberikan dukungan terhadap rencana pembentukan asosiasi tersebut demi kemajuan sektor perkebunan durian di Kabupaten Parigi Moutong.
“Gagasan ini sangat baik dan patut didukung bersama. Semoga Asosiasi Petani Durian Premium yang digagas Pak Ketut Kari dapat segera terwujud dan menjadi motor penggerak kemajuan petani durian di Parigi Moutong,” tutup Faisan Lelo Badja.
















