Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pertanian

Pemkab Parimo Tegaskan Komitmen Perkuat Pertanian, Bupati Soroti Masalah Irigasi dan Penumpukan Gabah

×

Pemkab Parimo Tegaskan Komitmen Perkuat Pertanian, Bupati Soroti Masalah Irigasi dan Penumpukan Gabah

Sebarkan artikel ini
Foto: Ferdy

Bisalanews.id, Parmout- -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus memperkuat sektor pertanian melalui sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa. Dalam kegiatan panen padi perdana di Desa Kasimbar Pelapi, Kecamatan Kasimbar, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus menstabilkan harga hasil panen.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menyampaikan apresiasi kepada sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam pengembangan pertanian.

Example 300x600

Ia juga membuka ruang dialog bagi para kepala desa, camat, dan kelompok tani untuk menyampaikan aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kami memberikan kesempatan kepada perwakilan wilayah atau kelompok tani untuk menyampaikan aspirasinya, khususnya terkait upaya peningkatan produksi pertanian. Ini penting karena saat ini pemerintah daerah sedang menyusun anggaran tahun 2026,” ujar Erwin.

Pertemuan itu dihadiri empat kepala desa dan seluruh camat dari wilayah selatan Parigi Moutong. Salah satu persoalan utama yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah masalah irigasi yang dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan serta peningkatan hasil pertanian di daerah.

Bupati Erwin menjelaskan, Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan garis pantai sepanjang 512 kilometer dari Kecamatan Sausu hingga Moutong, sekaligus menjadi daerah terluas di Sulawesi Tengah.

“Parigi Moutong merupakan salah satu penghasil padi, kelapa, kakao, dan durian terbesar di Sulawesi Tengah. Namun masih banyak potensi yang perlu dijaga dan dikembangkan agar produktivitasnya tidak terganggu,” katanya.

Erwin menambahkan, pemerintah daerah harus hadir secara nyata dalam membantu petani. Ia mengungkapkan, tahun sebelumnya Parigi Moutong mendapat alokasi percetakan sawah baru seluas 1.000 hektare, namun baru terealisasi sekitar 421 hektare.

“Untuk Kecamatan Kasimbar sendiri, luas lahan pertanian mencapai lebih dari 2.000 hektare yang harus kita pertahankan,” ujarnya.

Selain persoalan irigasi, Bupati juga menyoroti penumpukan gabah di sejumlah penggilingan, terutama di wilayah selatan, akibat keterlambatan pembelian oleh Bulog.

“Kami menerima keluhan dari petani bahwa gabah mereka menumpuk karena Bulog belum melakukan pembelian. Jika ini dibiarkan, bisa terjadi deflasi akibat kelebihan pasokan beras di pasar lokal yang akhirnya menurunkan harga dan merugikan petani,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar agar harga beras tetap stabil. Pemerintah, kata Erwin, harus memantau perkembangan harga secara rutin agar tidak terjadi lonjakan maupun penurunan yang merugikan baik petani maupun masyarakat.

“Jika produksi beras melimpah tanpa diimbangi pembelian, harga akan turun dan petani merugi. Tapi jika produksi menurun, harga naik dan masyarakat kesulitan membeli. Karena itu, pemerintah harus menjaga keseimbangan ini,” tegasnya.

Total Views: 2151
Baca juga :  Nelson : Parigi Moutong Jadi Sentra Ekspor Durian,Apresiasi Bupati Pendahulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *