
Morowali, Bisalanews.id – Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) X Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Morowali menetapkan sejumlah persyaratan ketat bagi atlet, official, pelatih hingga mekanisme protes pertandingan.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Pedoman Umum Penyelenggaraan PORPROV X Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Morowali yang menjadi acuan seluruh kontingen kabupaten/kota peserta.
Dalam pedoman tersebut ditegaskan bahwa atlet peserta PORPROV wajib terdaftar sebagai anggota Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga atau induk organisasi cabang olahraga anggota KONI. Selain itu, setiap atlet hanya diperbolehkan membela satu kontingen kabupaten/kota dan tidak dapat mengikuti lebih dari satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
Panitia juga menegaskan pentingnya sportivitas selama kompetisi berlangsung. Atlet diwajibkan bertanding secara jujur, menjunjung fair play, tidak melakukan tindak kekerasan, serta tunduk terhadap seluruh regulasi PORPROV X Sulawesi Tengah Tahun 2026.
Untuk mencegah sengketa keabsahan atlet, panitia menetapkan aturan mutasi yang mengacu pada regulasi resmi KONI. Mutasi atlet antar kabupaten/kota wajib memenuhi ketentuan SK Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 09 Tahun 2025, sementara mutasi atlet antarprovinsi mengacu pada SK Ketua Umum KONI Pusat Nomor 75 Tahun 2022.
Keabsahan atlet nantinya akan ditentukan oleh KONI Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan rekomendasi Tim Keabsahan Panitia PORPROV. Setiap atlet juga diwajibkan menunjukkan dokumen asli saat verifikasi, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, ijazah, serta dokumen pendukung lainnya yang telah diinput dalam sistem aplikasi pendaftaran.
Khusus atlet wanita, panitia menyebut peserta wajib mengikuti ketentuan Pengprov masing-masing cabang olahraga. Bahkan, bila diperlukan, atlet wanita harus bersedia menjalani tes sesuai ketentuan medis yang ditetapkan panitia dan KONI Provinsi Sulawesi Tengah.
Pedoman PORPROV juga mengatur jumlah official setiap kontingen kabupaten/kota. Kuota official dibatasi maksimal 25 persen dari total jumlah atlet yang didaftarkan.
Official yang dimaksud meliputi ketua kontingen, wakil ketua kontingen, manajer, pelatih, asisten pelatih, mekanik, hingga tim kesehatan.
Sementara itu, pelatih tidak diperkenankan merangkap tugas sebagai pelatih kontingen lain, wasit, juri, hakim, maupun perangkat pertandingan pada cabang olahraga lain. Larangan serupa juga berlaku bagi wasit, juri dan hakim untuk menjaga independensi kompetisi.
Panitia turut menetapkan mekanisme protes pertandingan. Official kontingen hanya diperbolehkan mengajukan protes terkait hasil pertandingan atau perlombaan dan harus dilakukan secara tertulis kepada panitia pelaksana cabang olahraga.
Jika protes berlanjut ke tingkat banding di Dewan Hakim, official diwajibkan membayar biaya sebesar Rp2 juta dan dana tersebut tidak dapat ditarik kembali.
“Hasil keputusan Dewan Hakim pada tingkat banding bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian ketentuan dalam pedoman umum PORPROV X Sulteng 2026.
Panitia juga menetapkan tahapan pendaftaran peserta secara bertahap. Pendaftaran pertama berupa pernyataan keikutsertaan kontingen ditutup pada 31 Mei 2026.
Tahap kedua berupa Entry Form by Number, yakni pendaftaran cabang olahraga yang diikuti setiap kontingen kabupaten/kota, paling lambat 30 Juni 2026.
Selanjutnya, Entry Form by Name atau pendaftaran nama atlet dan nomor pertandingan ditutup 30 September 2026, meliputi daftar cabang olahraga, nomor pertandingan, serta nama atlet yang akan berlaga.
Adapun verifikasi atlet dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama September 2026, dengan jadwal masing-masing kabupaten/kota akan diumumkan panitia.
Berdasarkan pedoman tersebut, pelaksanaan PORPROV X Sulawesi Tengah Tahun 2026 direncanakan berlangsung pada 2 hingga 11 November 2026 di Kabupaten Morowali.
Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga akan menggelar pertemuan manajer kontingen dan pertemuan teknik untuk membahas persoalan keabsahan atlet serta teknis pelaksanaan pertandingan. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut dinyatakan bersifat final.
Dengan aturan yang semakin ketat dan sistem verifikasi yang diperkuat, PORPROV X Sulawesi Tengah 2026 di Morowali diharapkan menjadi ajang olahraga yang menjunjung sportivitas, profesionalisme, dan bebas dari polemik keabsahan atlet.
















