Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Kesehatan

Fera: Kapasitas RSUD Anuntaloko Terbatas, Banyak Pasien Dirujuk ke Provinsi

×

Fera: Kapasitas RSUD Anuntaloko Terbatas, Banyak Pasien Dirujuk ke Provinsi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Anuntaloko Parigi, Fera saat membuka data pada ponselnya saat RDP bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong. Senin, (06/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Pelayanan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di RSUD Anuntaloko Parigi terus berjalan, namun hingga kini belum sepenuhnya optimal. Sejumlah kendala teknis dan meningkatnya jumlah pasien menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Anuntaloko Parigi, Fera, mengungkapkan bahwa lonjakan pasien sejak hadirnya program Berani Sehat berdampak langsung pada kapasitas layanan rumah sakit, terutama ketersediaan tempat tidur (bed) yang semakin terbatas.

Example 300x600

“Sejak adanya program Berani Sehat, jumlah pasien meningkat cukup signifikan. Hal ini membuat kapasitas tempat tidur kami menjadi terbatas, sehingga cukup banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di tingkat provinsi,” ujarnya belum lama ini.

Baca juga :  “Jangan Lewat Kayak Angin Lalu”, DPRD Parigi Moutong Tegur Keras OPD di Rapat Paripurna

Fera menjelaskan, kendala utama dalam implementasi Sisrute terletak pada sistem aplikasi yang belum berjalan maksimal, khususnya di tingkat puskesmas. Masalah jaringan di sejumlah wilayah menjadi penghambat serius dalam proses rujukan berbasis digital.

“Masih ada fasilitas kesehatan yang kesulitan mengakses jaringan. Ini tentu memperlambat proses rujukan melalui aplikasi Sisrute,” jelasnya.

Akibat keterbatasan tersebut, pihak RSUD Anuntaloko masih mengandalkan komunikasi manual melalui grup WhatsApp sebagai alternatif koordinasi rujukan. Meski demikian, Fera menilai cara tersebut cukup membantu dalam menjaga kelancaran komunikasi antar fasilitas kesehatan.

Baca juga :  PAN Parigi Moutong Desak SKPD Serius Dukung Pansus LHP BPK, Husen: Jangan Anggap Remeh Warning BPK

“Untuk sementara kami masih menggunakan grup WhatsApp. Alhamdulillah, komunikasi di grup berjalan lancar karena melibatkan seluruh puskesmas dan tiga rumah sakit,” tambahnya.

Selain persoalan teknis, tantangan lain juga muncul dalam koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Fera menyebut, keterlambatan respons dari DPJP kerap terjadi, baik dari pihak puskesmas perujuk maupun rumah sakit tujuan.

Dalam mekanisme rujukan, petugas informasi rumah sakit terlebih dahulu menerima permintaan rujukan, kemudian melakukan verifikasi terkait ketersediaan ruang, fasilitas penunjang, serta sumber daya manusia (SDM). Jika layanan yang dibutuhkan tidak tersedia di RSUD Anuntaloko, maka rujukan akan dilanjutkan ke rumah sakit di Kota Palu.

Baca juga :  Serah Terima Tangki Septik dan TPS3R di Baliara, Pemda Parigi Moutong Tekankan Tanggung Jawab Bersama

Namun, proses rujukan ke rumah sakit provinsi juga tidak lepas dari kendala, terutama lambatnya tanggapan dari DPJP di rumah sakit tujuan.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, karena untuk koordinasi langsung dengan DPJP di rumah sakit tujuan, kami tidak memiliki kewenangan atau akses lebih lanjut,” ungkap Fera.

Ia menegaskan, meski berbagai kendala masih dihadapi, pihak RSUD Anuntaloko terus berupaya meningkatkan kualitas layanan Sisrute agar ke depan dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan terintegrasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Total Views: 518

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *