Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Bencana & Kemanusiaan

Parigi Moutong Hadapi Delapan Ancaman Bencana, BPBD Catat Delapan Kejadian Karhutla Sepanjang Januari 2026

×

Parigi Moutong Hadapi Delapan Ancaman Bencana, BPBD Catat Delapan Kejadian Karhutla Sepanjang Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, S.T. bersama Camat Parigi Utara dan pihak terkait dalam rakor karhutla.Selasa,(27/01/2026) – Foto : MR.pakaya

Bisalanews.id,Parmout – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, S.T., mengungkapkan bahwa Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat delapan jenis bencana utama yang menjadi fokus penanganan di daerah tersebut.

Example 300x600

“Delapan jenis bencana yang menjadi perhatian kami meliputi tsunami, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, serta bencana lainnya yang berpotensi terjadi di Parigi Moutong,” ujar Rivai.

Baca juga :  BPBD Parimo Bahas Potensi Sesar Teluk Tomini, Dorong Mitigasi dan Kesadaran Bencana

Ia menyampaikan, selama bulan Januari 2026, BPBD Parigi Moutong telah mencatat delapan kejadian karhutla di beberapa wilayah.

Data tersebut tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Bencana Indonesia Manajemen Operasional (SiBimo).

“Dalam catatan kami di aplikasi, sepanjang Januari ini terjadi delapan kejadian karhutla di beberapa wilayah. Alhamdulillah, seluruh kejadian tersebut dapat tertangani,” jelasnya.

Rivai menyebutkan, penanganan karhutla tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sebagian kejadian karhutla padam dengan sendirinya sebelum dilakukan penanganan lanjutan.

Baca juga :  Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 37 Santri Ditemukan Meninggal, Pembersihan Capai 60 Persen

“Semua kejadian bisa diatasi oleh Damkar bersama stakeholder terkait, meskipun ada beberapa lokasi yang apinya padam dengan sendirinya,” katanya.

Lebih lanjut, Rivai menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di Parigi Moutong.

Ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.

“Kami meminta semua pihak untuk terus berkolaborasi. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rivai saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Command Center Pusdalops BPBD Parigi Moutong.

Baca juga :  Sekda Parigi Moutong Tinjau Lokasi Karhutla di Avolua dan Uevolo, Siapkan Skema Pemadaman Terpadu

Rakor tersebut sejatinya dijadwalkan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong selaku ex officio Kepala BPBD, namun berhalangan hadir sehingga dipimpin langsung oleh Plt Kalak BPBD.

Rivai menambahkan, BPBD Parigi Moutong akan terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, TNI-Polri, perangkat daerah, serta para relawan kebencanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Total Views: 1055

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *