
Bisalanews.id,Parmout – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Lantai 1, Mohammad Adri Yanuar, SE., M.AP., menyampaikan bahwa progres fisik pekerjaan rehabilitasi gedung lantai 1 secara umum telah mencapai 100 persen sesuai dengan item utama dalam kontrak.
Ia menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi tersebut merupakan rancangan penguatan struktur bangunan.
Hal ini dilakukan berdasarkan hasil assessment tim Universitas Tadulako Palu yang menemukan adanya kemiringan pada bangunan, sehingga diperlukan pemasangan baja pada struktur untuk menjamin keamanan dan fungsi gedung.
“Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi serta opname pekerjaan di lapangan, secara umum progres fisik Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Lantai 1 telah mencapai 100 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/01/2026).
Menurutnya, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilakukan untuk memastikan seluruh pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, serta jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.
“Monev ini bertujuan untuk menilai kemajuan fisik pekerjaan, mengidentifikasi kendala di lapangan, sekaligus memastikan kesiapan pekerjaan menjelang pelaksanaan Pemeriksaan Provisional Hand Over atau PHO,” jelasnya.
Adri menambahkan, pelaksanaan Monev mengacu pada kontrak pekerjaan, time schedule, spesifikasi teknis dan gambar rencana, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ruang lingkup pemeriksaan mencakup seluruh item pekerjaan rehabilitasi Gedung Lantai 1, termasuk kondisi kebersihan area pekerjaan.
Hingga saat ini, proses PHO sendiri belum dilaksanakan.
“Dalam rangka persiapan PHO, kami telah melakukan opname pekerjaan secara menyeluruh. Dari hasil tersebut, masih ditemukan beberapa item pekerjaan yang perlu ditambah atau disempurnakan agar fungsi bangunan dapat optimal dan sesuai dengan kondisi lapangan,” ungkapnya.
Selain penyempurnaan teknis, ia juga menyoroti kondisi kebersihan area pekerjaan yang dinilai masih membutuhkan perhatian khusus sebelum dilakukan pemeriksaan akhir.
“Kondisi kebersihan masih memerlukan pembersihan lanjutan, baik sisa material, debu pekerjaan, maupun perapihan area kerja sebelum pelaksanaan PHO,” katanya.
Sebagai tindak lanjut hasil Monitoring dan Evaluasi, ia merekomendasikan agar penyedia jasa segera menindaklanjuti seluruh kekurangan pekerjaan yang ditemukan di lapangan.
“Kami merekomendasikan penyedia jasa untuk segera menyelesaikan dan menambah item pekerjaan yang masih kurang sesuai hasil opname, serta melakukan pembersihan menyeluruh di area pekerjaan,” tegasnya.
Adri menambahkan, setelah seluruh penyempurnaan dan pembersihan akhir diselesaikan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang sebagai dasar pelaksanaan Pemeriksaan PHO.
“Setelah semua kekurangan dituntaskan dan area dinyatakan bersih, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang sebagai dasar pelaksanaan PHO,” pungkasnya.
















