
Bisalanews.id, Parmout – Banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (03/04/2026) sore.
Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua kecamatan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WITA.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Gio Barat dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong, serta Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang di Kecamatan Taopa.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga masuk ke permukiman warga,” demikian keterangan dalam laporan resmi Pusdalops BPBD yang diterima pada pukul 20.00 WITA.
Di Desa Gio Barat, tercatat sebanyak 35 kepala keluarga terdampak banjir. Di antara mereka terdapat 20 balita, 10 lansia, dan 1 penyandang disabilitas.
Sementara itu, sebanyak 1 kepala keluarga atau 4 jiwa terpaksa mengungsi, termasuk 1 balita.
Di Desa Pandelalap, terdapat 4 kepala keluarga yang turut mengungsi. Dari jumlah tersebut, terdapat 1 balita dan 1 lansia yang ikut terdampak.
Selain korban terdampak, BPBD juga mencatat adanya 1 unit rumah di Desa Gio Barat yang mengalami kerusakan ringan.
Untuk fasilitas umum, hingga saat ini dilaporkan tidak ada yang terdampak, sementara sektor perkebunan dan pertanian masih dalam proses pendataan.
Pusdalops BPBD Parigi Moutong menyebutkan, tim di lapangan saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat.
Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kecamatan Moutong dan Taopa juga telah dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan asesmen atau kaji cepat.
“Air hingga saat ini belum surut. Tim TRC sedang menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pendataan lebih lanjut,” lanjut laporan tersebut.
Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di lokasi terdampak adalah bantuan logistik penanggulangan bencana untuk warga yang terdampak dan mengungsi.
Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan di lapangan meliputi aparat desa, masyarakat setempat, serta relawan TRC dari kedua kecamatan terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
Laporan ini disampaikan oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong sebagai informasi awal perkembangan situasi bencana di wilayah tersebut.
















