
Bisalanews.id,Parmout — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, ST, merespons cepat keinginan Ketua Karang Taruna Kelurahan Bantaya, Moh. Rifai Pakaya, terkait kelengkapan bantuan mesin pompa air (alkon) dari Gubernur Sulawesi Tengah.
Keinginan tersebut disampaikan Moh. Rifai Pakaya yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Bantaya, agar bantuan 10 unit alkon dari Gubernur Sulawesi Tengah dapat dilengkapi dengan selang penyemprot.
Menurut Rifai Pakaya, keberadaan selang penyemprot sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi alkon, terutama dalam upaya pemadaman kebakaran serta penanganan kondisi darurat bencana di wilayah pesisir Kelurahan Bantaya.
Menanggapi permintaan tersebut, Rivai, ST menyatakan bahwa BPBD Parigi Moutong langsung menindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama, mengingat kebutuhan tersebut bersifat mendesak dan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Ia menilai, kelengkapan peralatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran maupun bencana lainnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Kami langsung menunaikan permintaan tersebut karena sifatnya sangat mendesak dan memang dibutuhkan masyarakat. Alkon tanpa selang tentu tidak maksimal saat digunakan di lapangan,” ujar Rivai, ST saat dikonfirmasi, Senin (12/01/2025).
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, BPBD Parigi Moutong menyerahkan sebanyak 150 meter selang semprot pemadam api untuk melengkapi bantuan alkon yang sebelumnya telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Rivai menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD dalam memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya organisasi kepemudaan dan relawan kebencanaan, di tingkat kelurahan.
“Karang Taruna dan FPRB adalah mitra strategis BPBD. Ketika mereka bergerak cepat di lapangan, pemerintah juga harus responsif dalam mendukung kebutuhan penanganan dan pengurangan risiko bencana,” tegas Rivai.
















