
Bisalanews.id,Parmout – Pagi di Parigi Moutong selalu datang bersama cahaya lembut yang menyentuh halaman rumah-rumah sederhana.
Di tempat inilah Zolata Azim tumbuh, seorang anak daerah yang menyimpan mimpi besar di dadanya,mimpi yang kerap terasa lebih berat dari raket bulu tangkis yang ia genggam setiap hari.
Bulu tangkis bukan sekadar olahraga bagi Zolata. Ia adalah bahasa harapan, cara paling jujur untuk menyampaikan keinginan berprestasi di kancah olahraga nasional.
Di lapangan sederhana, dengan garis yang mulai memudar dan fasilitas terbatas, Zolata mengulang pukulan demi pukulan, seolah sedang menuliskan masa depannya sendiri.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Di balik semangatnya, tersimpan cerita yang menusuk dada,tentang keterbatasan ekonomi, minimnya sarana latihan, serta pilihan hidup yang sering kali memaksa mimpi untuk menunggu.
Ada hari-hari ketika lelah mengalahkan keyakinan, dan harapan terasa begitu rapuh.Namun Zolata memilih bertahan.
Ia memahami betul bahwa menjadi atlet dari daerah membutuhkan daya juang berlipat.
Setiap keringat yang jatuh di lapangan adalah bukti bahwa mimpi tidak pernah datang secara cuma-cuma, melainkan harus direbut dengan ketekunan.
Usaha itu perlahan berbuah. Atlet putra bulu tangkis Parigi Moutong atas nama Zolata Azim, putra dari Tegar Supresallam, berhasil lolos audisi Club Champions Makassar dan meraih gold tiket, sebuah pencapaian penting yang membuka pintu menuju pembinaan dan persaingan di level yang lebih tinggi.
Bagi Zolata, keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi pribadi. Persembahan pencapaian itu,untuk orang tua yang tak pernah lelah memberi doa, serta bukti bahwa kerja keras dari daerah pun mampu bersaing di panggung yang lebih luas.
Lebih dari itu, Zolata membawa harapan Parigi Moutong. Ia ingin menunjukkan bahwa daerah bukan batasan, melainkan titik awal.
Lewat bulu tangkis, ia berupaya mengangkat nama tanah kelahirannya agar dikenal di kancah nasional.
Di luar lapangan, Zolata juga menyimpan cita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia percaya bahwa prestasi olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan, saling menguatkan untuk membangun masa depan yang lebih kokoh.
Kisah Zolata Azim adalah potret tentang mimpi, ketekunan, dan keberanian melawan keterbatasan.
Dari Parigi Moutong, langkahnya mungkin masih kecil, tetapi setiap ayunan raketnya adalah pesan yang jelas,mimpi besar selalu menemukan jalannya, selama ada keyakinan untuk terus melangkah.
















