
Bisalanews.id,Parmout — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melakukan koordinasi intensif dalam upaya menangani lonjakan kasus malaria yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong.
Hingga awal Agustus 2025, tercatat 147 kasus malaria ditemukan, dengan Kecamatan Moutong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.
Kunjungan lapangan dilakukan pada Senin (04/08/2025) oleh tim pusat dan provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit ke wilayah lain.
Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Yulia Pearlovia, menegaskan bahwa kehadiran tim pusat bertujuan memastikan setiap kasus yang muncul dapat segera dikendalikan.
“Kami berkoordinasi agar kasus malaria yang muncul ini tidak menyebar lebih luas. Fokus kami membatasi penyebaran di wilayah yang sudah terdampak,” ujarnya usai melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Daerah Parigi Moutong.
Yulia menjelaskan, secara epidemiologis, situasi ini dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), namun penetapannya masih menunggu pembahasan bersama pemerintah kabupaten, provinsi, serta lintas sektor lainnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa status eliminasi malaria yang telah disematkan kepada Kabupaten Parigi Moutong sejak tahun 2024 tidak akan serta-merta dicabut.
“Status eliminasi tidak akan dicabut jika tidak ada KLB dalam tiga tahun berturut-turut. Karena itu, kita harus cepat bertindak agar situasi ini bisa segera diatasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Hestiwati Nanga, mengungkapkan bahwa pihaknya mendampingi langsung tim Kemenkes untuk meninjau kondisi lapangan dan mendorong percepatan langkah tanggap.
“Tahun lalu Parigi Moutong sudah menyandang status eliminasi malaria, tetapi temuan kasus harus direspons cepat agar tidak berkembang lebih luas,” katanya.
Sebagai bagian dari penanganan, saat ini sedang disusun Surat Keputusan (SK) Bupati yang akan mengatur pembagian tugas lintas sektor berdasarkan Peraturan Bupati tentang penanggulangan bencana, baik alam maupun non-alam.
“Seluruh peran sektor akan dituangkan dalam SK agar langkah penanganan lebih terstruktur dan terpadu,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, 147 kasus malaria telah ditemukan di sejumlah titik di Kabupaten Parigi Moutong.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Moutong menjadi wilayah terdampak tertinggi dan menjadi prioritas utama dalam penanganan oleh tim gabungan.
Langkah-langkah penanggulangan terus dilakukan secara intensif, termasuk investigasi kasus, penyemprotan nyamuk (fogging), distribusi kelambu, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan malaria.
















