
Bisalanews.id,Parmout – Proyek peningkatan jalan di Desa Taopa Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang dikerjakan oleh CV Bolle Cipta Sejahtera, resmi masuk dalam daftar proyek bermasalah.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan bahwa kegagalan konstruksi proyek tersebut telah menimbulkan potensi kerugian negara yang sangat besar, mencapai Rp679.180.261!
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK mengungkap, kegagalan ini dipicu oleh kelemahan fatal dalam pengendalian mutu hasil pekerjaan jalan beton.
Dalam LHP-nya, BPK menyebut pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi umum Bina Marga 2018, khususnya Divisi I seksi 1.21 tentang manajemen mutu.
Dokumen Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RPMK) proyek ini tidak memuat secara spesifik pengendalian mutu beton Fc’ 20 MPa, tidak menjelaskan metode pengujian dan bahkan tidak menyertakan jadwal pengujian yang jelas.
Artinya, pekerjaan dilaksanakan tanpa dasar kontrol kualitas yang semestinya.
Lebih parahnya lagi, BPK menemukan bahwa pengujian kuat tekan tidak dilakukan pada umur tujuh hari sesuai ketentuan, melainkan justru menjelang berakhirnya kontrak pada Oktober 2024.
Ini jelas menyalahi aturan, karena pengujian campuran beton wajib dilakukan pada umur 7 hari, dan setelah itu dilakukan pengambilan benda uji setiap maksimal 10 m³ beton.
Selain itu, pengujian terhadap benda uji silinder campuran dan mutu beton terpasang juga tidak memenuhi ketentuan SNI 1974:2011, khususnya pada bagian kalibrasi mesin tekan.
Akibatnya, mutu beton jalan yang terpasang tidak sesuai dengan mutu rencana.
Ironisnya, meskipun hasil pengujian kuat tekan menunjukkan angka di bawah 85 persen dari mutu yang dipersyaratkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak melakukan pengambilan benda uji inti (core) sebagaimana diwajibkan.
PPK berdalih bahwa pengambilan benda uji cukup dilakukan di awal dengan metode silinder, padahal jelas bertentangan dengan spesifikasi teknis.
Menanggapi temuan tersebut, BPK akhirnya turun langsung ke lapangan bersama Kabid Bina Marga, pengawas lapangan Dinas PUPRP, penyedia, dan perwakilan Inspektorat untuk melakukan pengambilan benda uji inti menggunakan alat core drill.
Hasil uji laboratorium yang dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium dan Pengujian Bahan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Sulteng menunjukkan komposisi agregat pasir lebih dominan dibanding agregat kasar, sehingga berdampak langsung pada daya tekan dan kualitas beton.
Dengan mutu yang tidak sesuai spesifikasi, BPK menghitung kembali dan menyimpulkan bahwa proyek tersebut menimbulkan kerugian negara senilai Rp679.180.261.
Sebagai bentuk tindak lanjut, CV Bolle Cipta Sejahtera telah mengembalikan sebagian dana sebesar Rp385.673.334 ke rekening kas daerah pada Mei 2025.
Namun hingga berita ini diturunkan, PPK proyek peningkatan jalan Desa Taopa Utara, Abtas Lamakarate, yang coba dikonfirmasi lewat WhatsApp belum memberikan tanggapan apapun.
















