Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum

Diduga Pemasok Sabu di Bantaya Seorang Perempuan Berasal dari Palu

×

Diduga Pemasok Sabu di Bantaya Seorang Perempuan Berasal dari Palu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bandar sabu – sabu.

Bisalanews.id,Parmout – Peredaran narkotika jenis sabu di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong semakin meresahkan warga.

Diduga, pemasok utama barang haram tersebut adalah seorang perempuan asal Kota Palu, yang memiliki jaringan tetap di wilayah tersebut.

Example 300x600

Seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa perempuan tersebut kerap datang ke Bantaya bersama rekannya yang juga diketahui sebagai pengguna sabu.

“Dia sering datang dengan temannya yang biasa konsumsi sabu di rumah warga di Bantaya. Ia juga pemasok barang haram itu ke Parigi,” ungkapnya, Kamis (06/03/2025).

Baca juga :  Investigasi Dugaan Korupsi Jalan di Parigi Moutong : Kejati Sulteng Geledah Kantor PUPR, Penetapan Tersangka di Depan Mata

Lebih lanjut, sumber tersebut mengklaim bahwa bandar narkoba ini tidak merasa takut menjalankan bisnisnya karena memiliki bekingan dari oknum aparat penegak hukum (APH).

“Itu perempuan tidak takut bermain sabu, karena dia sering sampaikan punya orang dalam di kalangan aparat,” tambahnya.

Pemasok sabu ini diduga sudah memiliki jaringan tetap di Bantaya.

Baca juga :  Apa itu restorative Justice?

Dalam satu minggu terakhir, ia diketahui telah dua kali datang dan masuk ke wilayah tersebut.

“Belum ada yang bisa menyentuh dia karena sangat lihai menyembunyikan barang haram itu dan dia memiliki mata-mata dari kalangan ibu rumah tangga,” jelas narasumber.

Selain itu, perempuan tersebut disebut sering terlihat di sekitar pangkalan ojek antara RW 07 dan RW 08 Kelurahan Bantaya.

Baca juga :  Petani di Parigi Moutong Keluhkan Kekurangan Pupuk

“Lorong dan rumah yang sering ditempati pengedar sabu, yang pertama di lorong dekat pangkalan ojek dan lorong dekat rumah Ketua RW 07. Sering juga di dalam rumah warga. Mereka manfaatkan Pak RW yang tidak berada di tempat,” keluhnya.

Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas jaringan ini sebelum semakin meluas dan merusak generasi muda di Parigi.

Total Views: 1273

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *