
Bisalanews.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar pelatihan serta Bimbingan Teknis (Bimtek) guna meningkatkan mutu dan kualitas konstruksi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Agustus 2024, dan diikuti oleh tenaga kerja sipil serta pengawas lapangan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Parigi Moutong, I Wayan Mudana, mengungkapkan bahwa pelatihan dan Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait mutu dan kualitas konstruksi kepada para peserta.
“Pelatihan dan Bimtek ini diikuti oleh tenaga kerja sipil dan pengawas di lapangan, untuk memberi pemahaman atas mutu dan kualitas konstruksi,” ujar Wayan di Parigi.
Menurut Wayan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk membenahi kualitas konstruksi di Parimo, mengingat banyaknya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai dengan standar.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan Dinas PUPRP Parigi Moutong, tetapi juga tenaga pengawas konstruksi dari Dinas Pemukiman dan Perumahan, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang konstruksi.
“Pelatihan dan Bimtek ini bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi juga berlaku bagi pelaksana konstruksi di daerah,” tambahnya.
Wayan Mudana juga mengungkapkan rencana untuk mengadakan kegiatan serupa yang lebih luas, melibatkan pekerja konstruksi dari berbagai daerah di Parigi Moutong.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan keselarasan antara perencanaan dan umur konstruksi yang dihasilkan, sehingga proyek-proyek infrastruktur di Parimo memiliki kualitas yang lebih baik dan bertahan lama.
Pelatihan dan Bimtek ini, menurut Wayan, sangat diperlukan karena banyaknya tenaga pengawas yang hanya memiliki pengalaman lapangan tanpa diimbangi oleh pengetahuan akademis atau teori konstruksi yang memadai.
Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi kualitas hasil kerja di lapangan.
“Sebagian besar tenaga pengawas hanya memiliki pengalaman lapangan, tanpa diimbangi penguatan teori terkait konstruksi,” jelasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Wayan berharap teori yang diberikan dapat melengkapi pengalaman praktis para pengawas, sehingga mereka dapat memberikan instruksi yang lebih efektif kepada para pelaksana konstruksi.
“Pemahaman ini akan kita lakukan secara bertahap, hingga ke pelaksana konstruksi,” tutup Wayan Mudana.
















