
Bisalanews.id – Puluhan perahu nelayan di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami kerusakan parah akibat dihantam ombak setinggi tiga meter. (19/07/2024)
Kejadian ini membuat para nelayan mengalami kerugian besar karena perahu mereka tenggelam dan terdampar di bibir pantai Bantaya.
Iwan Tungenge, salah satu nelayan yang mengalami kerugian, menceritakan bahwa perahunya terisi air laut dan tenggelam setelah dihantam ombak besar.
“Besar ombak mencapai tiga meter, akibatnya perahu saya terisi air laut dan tenggelam bahkan terdampar di bibir pantai,” keluhnya.

Di tempat berbeda, Yusri Noho juga mengalami nasib serupa. Ia menceritakan bahwa tali pengikat perahunya putus akibat kuatnya ombak.
“Ta kaget dengar panggilan dari ka Yono Pakaya, yang menyampaikan tali depan penyambung ke jangkar putus akibat hantaman ombak,” ungkap Yusri.
Menyadari kondisi cuaca yang tidak bersahabat, para nelayan di Bantaya serentak turun ke bibir pantai untuk mengevakuasi perahu-perahu mereka.

Mereka berusaha menyelamatkan peralatan dan perahu yang masih bisa diselamatkan.
Para nelayan di Bantaya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dapat melakukan assesment kerugian dan memberikan bantuan berupa fasilitas melaut serta alat tangkap yang baru.
Kerusakan ini menambah beban ekonomi para nelayan yang sudah terdampak oleh cuaca ekstrem dan kondisi laut yang tidak menentu.
Bantuan dari pemerintah diharapkan dapat membantu mereka untuk kembali melaut dan mencari nafkah.
















