Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Budaya

Sekab Parigi Moutong Hadiri Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya

×

Sekab Parigi Moutong Hadiri Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya

Sebarkan artikel ini
Penyambutan Sekretaris Kabupeten Parigi Moutong,Zulfinasran S.STP,M.AP oleh Pemuda Lamahu dengan Budaya Longgo yang artinya menyambut seseorang tamu istimewa.(17/04/2024).Foto.Wadi

Bisalanews.id – Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekab), Zulfinasran berharap tradisi Lebaran Ketupat terus dipertahankan.

Hal ini disampaikan, Zulfinasran saat menghadiri Lebaran Ketupat yang yang dilaksanakan oleh Huyula Heluma Lo Hulondalo (LAMAHU) Parigi Moutong, Rabu (17/4/2024).”Dan saya berharap, tradisi ini kedepanya terus dipertahankan,” ujarnya.

Example 300x600

Melalui hari raya ketupat ini, dapat dijadikan moment terpenting untuk membangun ukhua islamia.

Jamuan makan oleh Pengurus Lamahu Parigi Moutong

Hari raya ketupat juga katanya, merupakan tradisi warga Gorontalo yang ada di Kabupaten Parigi Moutong, terutama di Kecamatan Parigi.

Baca juga :  Parigi Fest Wajah Budaya Lokal

Menurutnya, hari raya ketupat juga dijadikan sebagai simbol untuk mempererat persatuan dan kesatuan umat islam serta masyarakat.

Sehingga, ketupat dengan bingkisan yang dihiasi oleh daun kelapa dan terdapat beras putih.

Hal itu menandakan, bahwa daun kelapa yang diramu dengan ikatan lingkaran membentuk segi empat dan saling bertalian menandakan bahwa tali silaturahmi harus tetap dijaga.

Kemudian, beras putih yang didalamnya menandakan fitri atau kesucian lahir dan batin.

Baca juga :  Sosialisasi dan Pendampingan Pemutakhiran Data Sarana Prasarana,Disdibud Parimo Datangkan Tim Tekhnis

” Olehnya, harapan kita bersama mari selalu konsisten dan mempererar tali persaudaraan dengan baik,” kata Zulfinasran.

Dengan membangun membangun ukhuwa islamia, serta menjunjung tinggi nilai nilai budaya, hukum, dan norma agama supaya tercipta suasana yang didengungkan oleh bangsa ini, yakni islam rahmatan lilalamin yang berlaku untuk semua umat manusia yang ada dipermukaan bumi ini.

Foto Bersama Sekab Parigi Moutong,Ibu Ketua DWP,Kepala OPD dan Ketua Lamahu.

Sekaitan dengan halal bi halal yang merupakan rangkaian dari hari raya Idul Fitri. Sebab, halal bi halal adalah sebuah perwujudan dalam upaya menjalin tali silaturahmi.

Baca juga :  Anak Didik TK Bhayangkari 03 Parigi Kunjungi Mako Polres Parigi Moutong, Kapolres Tekankan Polisi Sahabat Anak

Sehingga, pencapaian ikatan persaudaraan dapat terlaksana dengan baik.

“Momentum halal bi halal kali ini kita jadikan untuk terus berbuat dan berupaya menjaga hubungan keakraban antar sesama. Apalagi, di Kelurahan Bantaya ini banyak warga perantau,” ucapnya.

Olehnya, diharapkan hubungan silaturahmi tetap terus dijaga dengan baik.

“Jadi dengan halal bi halal bisa menjadikan kita kembali fitri dan suci dari berbagai kesalahan yang pernah kita lakukan,” ujarnya.

Total Views: 593

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *