
Bisalanews.id, Parmout – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menggelar Konsultasi Publik II penyusunan dokumen materi teknis Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2025. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, mewakili Bupati.
Dalam sambutannya, Zulfinasran menegaskan bahwa penyelarasan tata ruang dengan dinamika pembangunan dan tantangan wilayah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Ia menekankan bahwa RTRW merupakan dokumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Parigi Moutong untuk 20 tahun ke depan.
“Rencana Tata Ruang Wilayah adalah dokumen strategis karena menjadi arah pengembangan wilayah kita selama 20 tahun ke depan,” ujar Zulfinasran.
Ia menambahkan bahwa penyusunan RTRW bukan hanya berkaitan dengan kualitas pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, peningkatan ekonomi daerah, serta kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang.
Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan dan lingkungan saat ini menuntut adanya pembaruan dan sinkronisasi terhadap RTRW yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Revisi RTRW bertujuan memastikan arah pembangunan Kabupaten Parigi Moutong tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masa kini serta masa mendatang,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda mewakili Bupati mengajak seluruh peserta konsultasi—terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat—untuk memberikan pandangan konstruktif terkait penataan ruang, kawasan lindung, kawasan perkotaan dan perdesaan, jaringan infrastruktur, serta keselarasan dengan kebijakan pusat dan provinsi.
“Saya berharap seluruh peserta dapat aktif memberikan pandangan kritis dan konstruktif, khususnya terkait penataan ruang dan kawasan strategis daerah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa proses revisi RTRW akan dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan berbasis data akurat.
“Dengan sinergi dan kolaborasi, Parigi Moutong akan memiliki dokumen tata ruang yang kuat, visioner, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya.
Di akhir sambutannya, Zulfinasran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan mendukung terselenggaranya kegiatan konsultasi publik tersebut.
“Saya berharap konsultasi publik ini menghasilkan rumusan berkualitas untuk kemajuan Parigi Moutong,” pungkasnya.
















