Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahEkonomi

Investasi Rp2 Triliun, Parimo Bangun Peternakan Sapi Modern Terintegrasi

×

Investasi Rp2 Triliun, Parimo Bangun Peternakan Sapi Modern Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Ist

Bisalanews.id, Parmout – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pangan dan ekonomi daerah melalui pembangunan peternakan sapi modern di atas lahan seluas 35 ribu hektare.

Lahan tersebut membentang dari Desa Suli, Kecamatan Balinggi, hingga Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, yang berada di kawasan hutan produksi terbatas dan hutan produksi.

Example 300x600

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengatakan lahan itu telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan dan akan difokuskan sepenuhnya untuk pengembangan kawasan peternakan modern berskala besar.

“Kawasan ini sudah mendapatkan lampu hijau dari kementerian terkait. Sebanyak 35 ribu hektare akan kita siapkan untuk pembangunan peternakan sapi modern,” ujar Bupati Erwin, Senin (13/10/2025).

Ia menjelaskan, proyek strategis tersebut merupakan hasil inisiatif Kementerian Investasi dan Kementerian Luar Negeri yang menggandeng investor asal Vietnam. Konsepnya mengusung industri peternakan terintegrasi mulai dari penyediaan pakan, pembangunan kandang, hingga pengolahan hasil menjadi produk susu siap konsumsi.

“Kami sudah bertemu dengan Wakil Menteri. Konsepnya jelas: peternakan sapi perah modern terintegrasi dengan pabrik pengolahan susu di satu kawasan,” terangnya.

Menurut Bupati Erwin, kehadiran proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Parigi Moutong, karena berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh tenaga kerja akan direkrut dari masyarakat Parimo, kecuali untuk tenaga ahli. Karena sistemnya modern, mulai dari pakan, kandang, hingga pabrik berada dalam satu kawasan. Ini otomatis menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar,” tegasnya.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp2 triliun, dengan seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak investor. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan, sementara infrastruktur pendukung seperti jalan utama akan didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Investor menanggung seluruh pembangunan hingga siap beroperasi. Bahkan, mereka bersedia menyewa lahan Rp100 ribu per hektare per tahun, meski statusnya hutan negara yang sebenarnya tidak wajib disewa,” jelas Bupati Erwin.

Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri turut memberikan dukungan penuh, karena program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Parimo akan menjadi pusat produksi susu di Sulawesi Tengah. Ini langkah besar untuk kemandirian pangan, peningkatan PAD, serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Total Views: 1674
Baca juga :  IKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Parimo, Wabup Dorong Sinergi Penguatan Kelembagaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *