Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Disdikbud Parigi Moutong Luncurkan 3.000 Seragam Sekolah Gratis

×

Disdikbud Parigi Moutong Luncurkan 3.000 Seragam Sekolah Gratis

Sebarkan artikel ini
Plt. Kadis Dikbud Parigi Moutong, Sunarti Masanang, arsip Bisalanews.id Rabu (09/07/2025).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong resmi meluncurkan 3.000 seragam sekolah gratis pada awal tahun ajaran baru 2025.

Program ini sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pendidikan tanpa diskriminasi bagi seluruh siswa di wilayah tersebut.

Example 300x600

Peluncuran seragam gratis ini direncanakan akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Parigi Moutong dan disaksikan secara virtual melalui video tron yang terhubung ke seluruh sekolah di 23 kecamatan.

“Sementara pengiriman, tapi dalam pengiriman itu baru 3.000 pasang dan itu dipersiapkan untuk launching yang diserahkan oleh Bupati pada saat siswa baru masuk sekolah,” ungkap Plt. Kadis Dikbud Parigi Moutong, Sunarti Masanang, saat ditemui Rabu (09/07/2025).

Baca juga :  Perumahan Guru SD Bambalemo di Lahap Si Jago Merah

Seragam-seragam tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman melalui kargo kapal laut dan dijadwalkan tiba di Parigi Moutong pada minggu depan.

Disdikbud Parigi Moutong menargetkan agar 3.000 seragam tahap pertama ini mencakup perwakilan sekolah dari 23 kecamatan untuk peluncuran perdana.

Sementara itu, 12.000 seragam sisanya akan menyusul dalam tahap distribusi berikutnya. Total target pengadaan seragam mencapai 15.000 pasang, menyesuaikan dengan data siswa baru yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Untuk Kecamatan Parigi akan dipusatkan di Aula Kantor Bupati. Bupati juga akan menyaksikan langsung penyerahan seragam di 23 kecamatan lainnya secara virtual. Kami juga akan membagikan tautan siaran langsung bekerja sama dengan Dinas Kominfo,” tambah Sunarti.

Baca juga :  SMKN 1 Parigi Gelar Job Fair 2024, Dirangkaikan dengan PORSENI dan Gelar Karya

Sunarti menegaskan bahwa meski program ini berbasis pada data Dapodik, namun Bupati Parigi Moutong telah mengarahkan agar tidak ada diskriminasi terhadap siswa yang belum terdaftar di sistem tersebut. Koordinasi dengan Bupati pun sudah dilakukan untuk memastikan inklusivitas program.

“Program ini tidak membedakan, baik siswa yang terdaftar dalam Dapodik maupun yang tidak. Namun untuk pengadaan awal, kami tetap mengacu pada data Dapodik agar sesuai dengan pertanggungjawaban anggaran,” jelasnya.

Baca juga :  Wagub Sulteng Resmikan Gereja GPID di Parigi Selatan

Disdikbud Parigi Moutong saat ini tengah mengumpulkan data riil dari masing-masing sekolah untuk memverifikasi jumlah siswa baru secara akurat.

Perpindahan siswa, baik dari dalam maupun luar daerah, serta siswa yang langsung masuk SD tanpa melalui TK, turut menjadi faktor yang diperhitungkan.

Jika nantinya jumlah siswa melebihi 15.000, Disdikbud siap melakukan antisipasi pengadaan tambahan tanpa memakan waktu lama.

“Kita belum bisa mencanangkan penambahan sebelum mengetahui angka pastinya. Kalau memang ada kelebihan, pengadaan tambahan bisa dilakukan dengan cepat. Namun, kita juga harus hati-hati karena jika menstok barang tanpa dasar, kita bisa dianggap tidak disiplin,” tutup Sunarti.

Total Views: 1560

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *