Example 7970x250
Ekonomi

Kepala Bappelitbangda : Akibat Bencana Alam,Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Parigi Moutong

×

Kepala Bappelitbangda : Akibat Bencana Alam,Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan.Dok Bisalanews.id

Bisalanews.id,Parmout – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa tahun terakhir akibat tingginya frekuensi bencana alam, terutama saat musim penghujan. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas perekonomian masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, menyampaikan hal tersebut dalam workshop literasi kebencanaan yang digelar oleh UNESCO bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Budi Luhur Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Baca juga :  Sekda Apresiasi Inovator, Krenova Sub Sektor Peternakan 2025 Resmi Ditutup

Irwan menjelaskan bahwa sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Parigi Moutong sangat rentan terhadap bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan tsunami.

Dampak kerusakan infrastruktur pertanian serta terganggunya aktivitas produksi membuat pertumbuhan ekonomi menjadi tidak stabil.

“Ketika pandemi COVID-19 melanda, ekonomi Parigi Moutong sempat terkontraksi hingga minus 4,9 persen. Setelah pandemi mereda, kami berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 4,7 persen. Namun, musibah banjir bandang di Desa Torue kembali menurunkan angka itu menjadi 3,5 persen,” ungkap Irwan.

Baca juga :  Bawaslu Parigi Moutong Beri Saran Perbaikan DPT Ke KPU

Tak hanya di Torue, beberapa wilayah lain di Parigi Moutong juga mengalami kerusakan infrastruktur penting seperti jaringan irigasi akibat bencana, yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Sebagai bentuk antisipasi, Bappelitbangda bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyusun dokumen perencanaan penanganan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko.

Baca juga :  278 Koperasi Merah Putih Dibentuk di Parigi Moutong, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat

Namun, Irwan menekankan bahwa bencana tetap menjadi tantangan besar karena sifatnya yang sulit diprediksi.

“Parigi Moutong adalah salah satu daerah rawan bencana di Sulawesi Tengah. Tidak hanya gempa bumi dan tsunami, tetapi juga banjir dan tanah longsor yang rutin terjadi, terutama saat musim hujan.

Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelangsungan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Irwan berharap adanya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah daerah, provinsi, pusat, serta lembaga-lembaga internasional dalam mengatasi tantangan kebencanaan dan membangun ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Total Views: 1202

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *