Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pilkada

Anwar Hafid Bantah Perintahkan Moh. Nur Dg Rahmatu Mundur dari Pilkada Parigi Moutong

×

Anwar Hafid Bantah Perintahkan Moh. Nur Dg Rahmatu Mundur dari Pilkada Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah,Anwar Hafid didampingi Penjabat Bupati Parigi Moutong,Richard Arnaldo dan Ketua DPRD,Alfres M.Tonggiroh usai buka puasa bersama di Rujab Bupati di Parigi.(08/03/2025).Foto.MR

Bisalanews.id,Parmout – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membantah telah memerintahkan Moh. Nur Dg Rahmatu untuk mundur dari kontestasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Parigi Moutong tahun 2025.

“Belum ada pembicaraan mundur atau tidak. Yang pasti, saya sebagai Gubernur tidak akan turun kampanye karena itu dilarang aturan,” ujar Anwar Hafid.

Example 300x600

Terkait dukungan terhadap dua kader Partai Demokrat yang maju dalam Pilkada Parigi Moutong, Anwar menegaskan bahwa ia akan tetap mendukung kader partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

“Pak Sahid juga kader Partai Demokrat, kita lihat saja nanti siapa yang didukung,” jelasnya.

Senada dengan pernyataan Anwar Hafid,Ketua Relawan Bersama Anwar-Reny (Berani) Sulawesi Tengah, Rezky Samadani bersama gerbongnya lakukan deklarasi mendukung pasangan calon (Paslon) Erwin -Sahid pada PSU Parigi Moutong.

Baca juga :  KONI Pusat Desak Pemda Tetap Berikan Hibah Pasca Terbitnya Permenpora 14/2024

Dalam deklarasi dukungan tersebut, Rezky menyebut bahwa langkah mendukung pasangan tersebut telah mendapat restu dari Anwar Hafid sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah.

“Setelah putusan PSU, saya diperintahkan Kakanda Anwar Hafid untuk bertemu dan berdiskusi dengan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong,” ungkap Rezky.

Menurutnya, dalam upaya komunikasi dengan beberapa pasangan calon, hanya pasangan Erwin-Sahid yang bersedia menerima kunjungan timnya.

“Ini bukan hanya soal kedekatan emosional. Jika hanya karena hubungan emosional, Relawan Berani tidak akan berada di sini. Ini tentang siapa yang mau berjuang bersama kami. Untuk apa berada di tempat yang tidak menghargai keberadaan kita?” tegas Rezky.

Sebagai pentolan Relawan Berani Sulawesi Tengah, Rezky juga mengajak seluruh komponen pendukung Anwar Hafid-Reny Lamadjido untuk menyatukan suara dan memenangkan pasangan Erwin-Sahid dalam PSU mendatang.

Disisi lain, secara struktur kepartaian Moh.Nur Dg Rahmatu merupakan ketua DPC Partai Demokrat Parigi Moutong juga maju dalam kontestasi Pilkada yang berpasangan dengan mantan birokrasi, Arman Maulana dengan tagline “Membara”.

Sebelumnya Calon Bupati Parigi Moutong , Moh. Nur Dg Rahmatu menyatakan kesiapannya mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan April 2025 mendatang.

Baca juga :  Kandas Verfak Ke Dua Osgar-Alina Di Nyatakan TMS

Nur Rahmatu yang berpasangan dengan Arman Maulana membantah anggapan sebagian orang yang menyatakan dirinya tidak akan serius mengikuti PSU sekaligus mengalihkan dukungan pada pasangan calon tertentu.

“Sesuai putusan MK saya menyatakan siap mengikuti PSU. Tidak benar anggapan sebagian orang yang menyatakan saya tidak serius ikut PSU atau mengalihkan dukungan pada pasangan calon lain,”ujarnya, Selasa (04/03/2025).

Menurutnya sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), seluruh hasil perolehan suara pasangan calon Pilkada Parigi Moutong dinyatakan batal sehingga semua pasangan calon memiliki peluang yang sama pada PSU.

Terkait dukungan Partai Demokrat, Dia menegaskan, Demokrat tetap solid mendukungnya untuk memenangkan PSU, karena Dia bersama Arman Maulana adalah pemegang rekomendasi dari partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono tersebut.

“Saya dengan Pak Arman Maulana yang mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat untuk maju pada Pada Pilkada Parigi Moutong. Demokrat tetap solid dan satu komando mendukung kami,”tegasnya.

Baca juga :  PN Parigi Tunda Vonis Kasus Asusila Remaja 15 tahun

Nur Rahmatu juga mengaku telah menemui Ketua DPD Partai Demokrat yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,untuk melaporkan kesiapannya mengikuti PSU.

Dalam pembicaraan tersebut katanya, Anwar Hafid banyak memberikan masukan untuk memenangkan PSU.

“Tentunya Pak Anwar sebagai Ketua DPD Partai Demokrat akan mendukung kader utama Partai Demokrat karena telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen Partai Demokrat. Saya banyak mendapat arahan dari Pak Anwar untuk memenangkan PSU,” jelasnya.

Nur Rahmatu juga mempertanyakan salah satu kandidat yang membawa-bawa nama Demokrat.

Menurutnya tidak mungkin satu parpol mengusung dua kandidat yang berbeda.

“Kalau mau bergabung dengan Partai Demokrat kenapa baru sekarang setelah Pak Anwar Hafid jadi Gubernur. Dulu kemana ketika Pak Anwar berjuang maju Pilkada,”sindirnya.

“Sah-sah saja jika mau jadi kader Demokrat, namun secara etika politik kurang elok memanfaatkan momentum kemenangan Pak Anwar sementara ada kader utama Partai Demokrat lain yang ikut kontestasi Pilkada,”tambahnya.

Nur Rahmatu juga menduga kandidat tersebut memiliki dua Kartu Tanda Anggota (KTA) parpol.

Pasalnya menjelang pelaksanaan Pilkada, yang bersangkutan telah menjadi kader parpol lain dan sekarang mendapat KTA Partai Demokrat.

Total Views: 765

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *