
Bisalanews.id,Parmout – Pemerintah Republik Indonesia tengah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap berbagai program di tingkat pusat maupun daerah, termasuk aspek ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu daerah yang terdampak secara langsung adalah Kabupaten Parigi Moutong, yang saat ini menghadapi penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
PSU ini merupakan konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pilkada 2024, yang pada akhirnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Dalam laporan resmi yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sejumlah daerah dikategorikan sanggup dan tidak sanggup dalam membiayai PSU.
Kabupaten Parigi Moutong salah satu daerah yang masuk dalam kategori tidak sanggup, sebagaimana dilaporkan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

Meski dimungkinkan untuk menggunakan APBN tahun 2025 dalam pelaksanaan PSU,hal ini tentunya banyak memunculkan spekulasi masyarakat terhadap janji – janji pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong yang tidak mungkin direalisasikan ketika terpilih sebagai kepala daerah nantinya.
Kondisi ini pula akan berdampak kepada paslon kepala daerah yang akan bertarung kembali pada perlehatan politik tahun 2025,usai sengketa di MK,hal itu bukan hanya menguras tenaga,pikiran serta pembiyaan secara mandiri.Bahkan bisa mempengaruhi perolehan suara masing – masing kandidat.
Melirik hal tersebut,media ini secara langsung melakukan wawancara via whatsap terhadap beberapa calon.

Dua calon Bupati Parigi Moutong yang saat di konfirmasi, Erwin Burase dan Nizar Rahmatu,salah satu diantaranya telah menyampikan kesiapan untuk mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah di tahun 2025.
Nizar Rahmatu mengungkapkan,dirinya bersama Ardi Kadir telah memastikan maju kembali saat pemungutan suara ulang (PSU) di Parigi Moutong yang akan digelar pada bulan april mendatang.
“Siap lahir bathin,Insya Allah” ujar Nizar Rahmatu singkat.Senin (03/03/2025).
Kemudian berkaitan dengan janji politik yang merupakan program unggulan,menurutnya paslon Bersinar tetap optimis untuk direalisasikan ketika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong,walaupun bertepatan dengan kondisi negara yang sedang lakukan efisiensi terhadap APBD dan APBN selama tiga tahun kedepan.
“Daerah kita alhamdulillah punya sumber daya alam melimpah,Memang republik ini butuh efisiensi, karena adanya pemborosan di segala sektor.Kita maksimalkan kebutuhan rakyat,pasti bisa dan optimis karena kami tidak berharap dari sumber APBD saja”ucapnya
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kebijakan efisiensi yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah strategi dalam mengatasi kebocoran anggaran yang terjadi di berbagai sektor di Indonesia.
“Jangan melihat efisiensi itu sesuatu hal yang negatif,memang negara ini harus di efisiensi. Banyak bocor dan pemborosan di mana – mana” tukasnya.
Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Parigi Moutong yang telah menetapkan Pasangan Erwin Burase – Abdul Sahid (Nomor Urut 4) sebagai pemenang pilkada 2024 dengan perolahan suara: 81.129 suara
M. Nizar Rahmatu – Ardi (Nomor Urut 3): 62.872 suara,Moh. Nur Dg. Rahmatu – Arman (Nomor Urut 2): 33.119,Badrun Nggai – Muslih (Nomor Urut 1): 27.667 dan H. Amrullah S. Kasim Al Mahdali – Ibrahim A. Hafid (Nomor Urut 5): 17.834 suara
















