
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) RI segera merealisasikan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) ketiga di Kabupaten Parigi Moutong yang akan dipusatkan di Kecamatan Torue.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kapasitas relawan kebencanaan di tingkat desa maupun kecamatan.
Sebelumnya, Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki dua Kampung Siaga Bencana yang berada di Kecamatan Siniu dan Kecamatan Sidoan. Namun, hingga kini keberadaan kedua KSB tersebut dinilai belum memperoleh perhatian optimal, baik dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam aspek pembinaan kelembagaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan anggaran operasional.
Padahal, pembentukan Kampung Siaga Bencana oleh Kementerian Sosial sejak awal dimaksudkan sebagai stimulus bagi pemerintah daerah agar mampu membangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui relawan yang terlatih, terorganisir, dan siap diterjunkan saat terjadi keadaan darurat.
Selain membentuk relawan, konsep KSB juga mencakup penguatan lumbung sosial, penyediaan logistik darurat, edukasi kebencanaan, hingga peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan mitigasi dan respons cepat terhadap berbagai ancaman bencana.
Pembentukan KSB ketiga di Kecamatan Torue diharapkan menjadi pintu masuk bagi revitalisasi dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut dinilai penting agar keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada bantuan dari Kementerian Sosial, tetapi juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah di bidang penanggulangan bencana.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan program Kampung Siaga Bencana bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan relawan, peningkatan kapasitas warga, serta penyediaan sarana dan prasarana kebencanaan.
Menurutnya, kehadiran Kampung Siaga Bencana merupakan langkah strategis dalam memperkuat mitigasi sekaligus mempercepat respons penanganan apabila terjadi bencana di wilayah Parigi Moutong.
“Program ini merupakan dukungan pemerintah pusat yang akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Erwin kepada awak media di Parigi. Senin (27/07/2026)
Ia berharap realisasi program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi berbagai ancaman, baik banjir, tanah longsor, gempa bumi, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Dengan bertambahnya Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Torue, diharapkan jaringan relawan kebencanaan berbasis masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong semakin kuat, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap keberlangsungan program yang telah diinisiasi oleh pemerintah pusat.











