Example 7970x250
Kesehatan

H+1 Pascagempa, Tim Bedah RSUD Anuntaloko Parigi Sukses Tangani Operasi Patah Tulang Belakang Selama Enam Jam

×

H+1 Pascagempa, Tim Bedah RSUD Anuntaloko Parigi Sukses Tangani Operasi Patah Tulang Belakang Selama Enam Jam

Sebarkan artikel ini
Dokter Bedah RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Kevin Jonhatan bersama tim usai melakukan operasi bedah patah tulang. Foto : Ist.

Parigi Moutong, Bisalanews.id– Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran, pelayanan kesehatan di BLUD RSUD Anuntaloko Parigi tetap berjalan optimal. Semangat dan dedikasi tenaga medis kembali terlihat saat tim bedah berhasil menyelesaikan operasi patah tulang belakang yang berlangsung selama kurang lebih enam jam, sehari setelah gempa terjadi.

Dokter Bedah RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Kevin Jonhatan, mengungkapkan bahwa operasi tersebut merupakan tindakan pemasangan pen (implant) sekaligus dekompresi saraf yang mengalami tekanan akibat cedera tulang belakang.

Baca juga :  Dukung Program Bupati Parigi Moutong, RS Anuntaloko Tingkatkan Pelayanan Berkualitas

“Selama kurang lebih enam jam, kami melakukan operasi pemasangan pen sekaligus membebaskan saraf yang tertekan pada kasus patah tulang belakang,” ujar dr. Kevin. Jumat (19/06/2026)

Ia mengisahkan, sebelum operasi dimulai, tim bedah sempat membahas kemungkinan terburuk apabila gempa susulan berkekuatan besar terjadi ketika tindakan operasi sedang berlangsung.

“Kami sempat berdiskusi, bagaimana jika saat operasi berlangsung tiba-tiba terjadi gempa besar. Akhirnya kami sepakat, jika itu terjadi, harus ada dua orang yang tetap bertahan menjaga pasien di meja operasi, sementara anggota tim lainnya mencari bantuan dan memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman,” tuturnya.

Baca juga :  SIKEPO Jadi Inovasi Unggulan RSUD Anuntaloko Parigi, Tingkatkan Disiplin dan Tertib Administrasi Pegawai

Syukurnya, skenario darurat tersebut tidak pernah terjadi. Operasi berlangsung lancar hingga selesai dan pasien berhasil melewati prosedur pembedahan dengan kondisi yang aman.

Dr. Kevin kemudian membagikan kisah tersebut sebagai bentuk refleksi atas komitmen tenaga kesehatan yang tetap mengutamakan keselamatan pasien dalam kondisi apa pun, termasuk saat menghadapi potensi bencana.

Melalui unggahannya, ia juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi dedikasi seluruh tenaga medis dengan nada ringan.

Baca juga :  Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Ongka Terhenti, DPRD Minta Pemda Segera Ambil Langkah Cepat

“Kalau melihat foto ini, menurut kalian kira-kira siapa dua orang yang akan tetap tinggal di ruang operasi saat gempa terjadi? Silakan simpulkan sendiri ya,” tulisnya disertai candaan diakun sosmednya

Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata profesionalisme dan kesiapsiagaan tim medis RSUD Anuntaloko Parigi dalam memberikan pelayanan kesehatan, bahkan di tengah situasi darurat pascabencana. Bagi para tenaga kesehatan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditinggalkan.

Total Views: 46

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *