
Parigi Moutong, Bisalanews.id – Meningkatnya kekhawatiran terhadap peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, hingga aktivitas anak usia sekolah yang masih berkeliaran pada malam hari mendorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengambil langkah pencegahan dengan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di desa dan kelurahan.
Program yang dijalankan melalui Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) itu diharapkan mampu mengembalikan budaya ronda malam sebagai benteng pertama menjaga keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketertiban.
Kepala Bidang Linmas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, mengatakan pengaktifan kembali Siskamling menjadi salah satu program prioritas untuk memperkuat pengawasan di tingkat desa dan kelurahan.
“Intinya, Siskamling ini untuk mengaktifkan kembali ronda malam guna mencegah maraknya peredaran miras, narkoba, dan berkeliarannya anak usia sekolah,” ujar Ariesto di Parigi, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Keterlibatan warga melalui ronda malam dinilai menjadi langkah preventif yang efektif untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pengaktifan kembali Siskamling juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Ariesto menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 2.027 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang tersebar di ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong. Seluruh personel tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.
“Tugas pertama kami adalah mengaktifkan kembali Siskamling yang ada di desa dan kelurahan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Satlinmas tidak hanya berfungsi membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi unsur penting dalam penanganan kebencanaan di tingkat desa maupun kelurahan.
Di wilayah perkotaan, Bidang Linmas juga secara rutin melaksanakan patroli sedikitnya satu kali dalam sepekan di lima kelurahan. Patroli tersebut difokuskan pada pengamanan lingkungan serta menjaga aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Menurut Ariesto, kegiatan patroli mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Dasarnya adalah arahan Bupati dan Wakil Bupati untuk mengawasi dua gedung baru yang saat ini belum digunakan, yakni Gedung Labkesmas dan Gedung Layanan Perpustakaan. Karena di dalamnya sudah ada fasilitas dan barang-barang, maka harus dipastikan tetap aman,” jelasnya.
Selain patroli rutin, Bidang Linmas juga menerapkan piket malam setiap Kamis hingga menjelang subuh sebagai langkah cepat merespons laporan masyarakat terkait gangguan keamanan.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan para lurah untuk kembali mengaktifkan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di setiap kelurahan. Setiap kelurahan ditargetkan memiliki sedikitnya satu pos kamling aktif dengan jadwal ronda secara bergiliran minimal satu kali setiap pekan.
“Jangan sampai sudah terjadi pencurian baru kita bergerak. Dengan adanya Pos Kamling, masyarakat memiliki tempat untuk melapor jika terjadi gangguan kamtibmas,” tegas Ariesto.
Program pengaktifan kembali Siskamling juga melibatkan tokoh agama, di antaranya Ustaz Musran, sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Ariesto berharap langkah tersebut mampu membangun kembali semangat gotong royong warga dalam menjaga lingkungan, sekaligus menjadi upaya pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas, hingga kenakalan remaja di Kabupaten Parigi Moutong.












