Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Sosial Masyarakat

Marzuk Hululo Tegaskan Pentingnya Pengakuan bagi Pejuang Pemekaran Parigi Moutong

×

Marzuk Hululo Tegaskan Pentingnya Pengakuan bagi Pejuang Pemekaran Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Tokoh eksponen Gerakan Masyarakat Peduli Pemekaran (Gemppar) Kabupaten Parigi Moutong saat pertemuan di ruang rapat Kantor Pusdalops BPBD Parigi Moutong. Senin (06/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Sejumlah tokoh eksponen Gerakan Masyarakat Peduli Pemekaran (Gemppar) Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap masa depan daerah dengan menggelar pertemuan penyamaan persepsi, Senin (06/04/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusdalops BPBD Parigi Moutong itu dihadiri langsung Ketua Gemppar, Awalunsyah Passau, bersama sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Hamzah Tjakunu, Arifin Lamalindu, Kamiludin Passau, Fuad Badjeber, Sukri Tjakunu, Karama Musu Passau, Ajad, Marzuk Hululo, Ashar Badja, serta generasi muda.

Example 300x600

Kegiatan ini menjadi refleksi sekaligus penguatan peran para tokoh pemekaran dalam mengawal arah pembangunan daerah, mengingat Kabupaten Parigi Moutong merupakan hasil perjuangan panjang yang resmi dimekarkan pada 10 April 2002.

Baca juga :  KPU Parigi Moutong Gelar Simulasi Pemilu 2024 dengan TPS Real

Salah satu tokoh pemekaran, Marzuk Hululo, menegaskan bahwa perjuangan yang telah dilakukan para pendiri daerah tidaklah ringan, sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah.

“Pemekaran Kabupaten Parigi Moutong ini bukan proses yang instan. Ada pengorbanan besar, baik materi, tenaga, maupun pemikiran dari para tokoh saat itu. Karena itu, sudah sepantasnya pemerintah daerah hari ini memberikan apresiasi yang layak kepada para pelaku sejarah pemekaran,” ujar Marzuk Hululo.

Ia juga menyoroti belum adanya bentuk penghargaan resmi yang diberikan pemerintah daerah kepada para tokoh pemekaran, meskipun usia Kabupaten Parigi Moutong telah memasuki 24 tahun.

Baca juga :  Richard Serahkan Bantuan dari BNPT Ke Sanggar Seni Beringin Jaya Desa Tovalo

“Sampai hari ini, kami melihat belum ada reward atau penghargaan resmi yang diberikan. Padahal, tanpa perjuangan para tokoh ini, mungkin kita tidak akan menikmati keberadaan daerah ini seperti sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Marzuk mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pembangunan monumen atau prasasti sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para tokoh pemekaran.

“Pembangunan monumen atau prasasti sangat penting, bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai pengingat sejarah bagi generasi mendatang tentang bagaimana daerah ini diperjuangkan,” tegasnya.

Baca juga :  Bantu Palestina, Ribuan Umat Hindu di Parigi Moutong Kumpul Donasi

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh juga menyepakati pentingnya keterlibatan aktif dalam mengawal pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip meritokrasi.

Mereka berharap pemerintah daerah dapat terus bersinergi dan bergandengan tangan dengan para tokoh pemekaran dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Kami ingin ada ruang kolaborasi yang terbuka antara pemerintah dan para tokoh pemekaran. Dengan sinergi yang baik, pembangunan Parigi Moutong ke depan akan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkas Marzuk Hululo.

Total Views: 1432

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *