
PALU, BISALANEWS.ID – Dalam pelaksanaan Haul Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (SIS Aljufri) yang ke-55 di kota Palu provinsi Sulawesi Tengah dihadiri Wakil Gubernur, Wali Kota, Bupati serta para habaib dan murid dari SIS Aljufri dan ribuan masyarat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Adapun sambutan dari walikota Palu, Hadiyanto Rasyid menyampaikan bahwa mengajak kepada seluruh tamu undangan dan seluruh masyarakat sulawesi tengah untuk berjuang bersama sama agar SIS Aljufri mendapatkan predikat pahlawan nasional dan tokoh pendidikan nasional dari pemerintah Republik Indonesia, mengingat jasa guru tua mempunyai andil dalam kemerdekaan indonesia dan berkat jasa jasa beliau sampai dengan hari ini banyak madrasah Alkhairaat di Indonesia tumbuh dan berkembang.
Di kesempatan lain ada salah satu murid almarhum guru tua yang bernama Sofyan Lahilote yang berasal dari Manado menceritakan karomah dari SIS Aljufri yang secara langsung beliau alami semasa Habib Salim Aljufri hidup salah satu contohnya pada saat rombongan guru tua mau melewati salah satu jembatan bambu di desa kaleke, dengan rasa khawatir ustad sofyan lahilote bertanya dalam hati bagaimana cara melewati jembatan tersebut dengan suara halus tiba tiba guru tua sampaikan kepada Ustad sofyan lahilote tutup matamu maka dengan hanya menghitung detik rombongan mereka telah menyebrangi jembatan bambu.
Alkisah dari ustad sofyan tidak hanya sampai di situ beliau juga ceritakan bahwa karomah dari guru tua bukan cuman semasa hidupnya guru tua tetapi bahkan beliau sudah meninggal dunia pun masih menunjukan karomahnya yaitu pada saat rumah tetangganya ustad sofyan terbakar api sudah mulai menghampiri rumah beliau dengan sigap ustad sofyan menghadap ke foto guru tua dan menangis sembari mengatakan wahai guruku aku meminta karomahmu dengan izin allah swt api yang tadinya sudah mendekati rumah beliau hanya berdiam di rumah sebelumnya.
Ada harapan yang di sampaikan oleh ustad sofyan lahilote agar sekiranya seluruh abnaul khairat,gubernur,wali kota,dan bupati yang sempat hadir untuk berperan membesarkan alkhairat.tutupnya
Moh Rifai Pakaya















