
Bisalanews.id, Morut – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana, menegaskan bahwa profesi wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab membantu pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Tri Putra Toana saat menghadiri kegiatan Ujian Kompetensi Wartawan yang berlangsung di Aula Hotel Jompi Wisata, Jumat (08/05/2026).
Dalam sambutannya, Tri menjelaskan bahwa PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia yang lahir tidak lama setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 9 Februari 1946.
“Enam bulan setelah Indonesia merdeka, PWI sudah terbentuk. Sejak awal, pers memiliki tugas membantu pemerintah melalui penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah melalui karya jurnalistik yang edukatif, kritis, dan membangun.
Bahkan, kata dia, banyak ide pembangunan lahir dari pemikiran dan kritik konstruktif insan pers.
Tri juga menilai pelaksanaan UKW menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, terutama dalam aspek etika, moralitas, dan profesionalisme saat menyajikan informasi kepada publik.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan menulis berita, tetapi juga moral dan etika wartawan dalam menentukan apakah sebuah informasi layak dipublikasikan atau tidak,” katanya.
Ia menegaskan, tidak semua peristiwa sosial harus diberitakan apabila berpotensi memicu keresahan atau kegaduhan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh wartawan agar tetap mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang, akurat, dan tidak memprovokasi.
“Wartawan juga punya tanggung jawab menjaga kondusivitas daerah. Jangan sampai pemberitaan justru memunculkan perpecahan di masyarakat,” tandasnya.
















