Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Jurnalis

Ketua PWI Sulteng Sebut Wartawan Punya Tanggung Jawab Sosial di Tengah Masyarakat

×

Ketua PWI Sulteng Sebut Wartawan Punya Tanggung Jawab Sosial di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Sulteng, Tri Putra Toana saat memberikan sambutan di dampingi Bupati Morowali utara, Delis Julkarson Hehi, Anggota DPD RI, Febriyanthi Hongkiriwang, Tim Asesor PWI Pusat, Kadira dan Kadis Kominfo, Herry Pinontoan di Aula Hotel Jompi Wisata.Jumat (08/05/2026). – Foto : MRP

Bisalanews.id, Morut – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana, menegaskan bahwa profesi wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab membantu pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Tri Putra Toana saat menghadiri kegiatan Ujian Kompetensi Wartawan yang berlangsung di Aula Hotel Jompi Wisata, Jumat (08/05/2026).

Example 300x600

Dalam sambutannya, Tri menjelaskan bahwa PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia yang lahir tidak lama setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 9 Februari 1946.

Baca juga :  Polri Instruksikan Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

“Enam bulan setelah Indonesia merdeka, PWI sudah terbentuk. Sejak awal, pers memiliki tugas membantu pemerintah melalui penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah melalui karya jurnalistik yang edukatif, kritis, dan membangun.

Baca juga :  AMSI Sulteng dan DSLNG Gelar Klinik AI untuk Redaksi, Targetkan 35 Jurnalis

Bahkan, kata dia, banyak ide pembangunan lahir dari pemikiran dan kritik konstruktif insan pers.

Tri juga menilai pelaksanaan UKW menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, terutama dalam aspek etika, moralitas, dan profesionalisme saat menyajikan informasi kepada publik.

“Yang diuji bukan hanya kemampuan menulis berita, tetapi juga moral dan etika wartawan dalam menentukan apakah sebuah informasi layak dipublikasikan atau tidak,” katanya.

Baca juga :  Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030

Ia menegaskan, tidak semua peristiwa sosial harus diberitakan apabila berpotensi memicu keresahan atau kegaduhan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh wartawan agar tetap mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang, akurat, dan tidak memprovokasi.

“Wartawan juga punya tanggung jawab menjaga kondusivitas daerah. Jangan sampai pemberitaan justru memunculkan perpecahan di masyarakat,” tandasnya.

Total Views: 46

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *