Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Daerah

Reses H. Sami di Parigi Barat: Aspirasi Mengalir, Masalah Lama Kembali Mencuat

×

Reses H. Sami di Parigi Barat: Aspirasi Mengalir, Masalah Lama Kembali Mencuat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Demokrat, H. Sami saat menaggapi saran dan aspirasi warga di Kecamatan Parigi Barat. Jumat (24/04/2026) – Foto : MRP

Bisalanews.id, Parmout – Agenda Reses Masa Persidangan Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Demokrat, H. Sami, di Balai Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Jumat (24/04/2026), berubah menjadi ruang terbuka yang bukan hanya menyerap aspirasi, tetapi juga menguak berbagai persoalan laten di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Jonokalora, Kepala Desa Parigi Mpuu, Sekretaris Desa, para kepala dusun, tokoh adat, pengurus masjid, ibu-ibu PKK, hingga pengelola BUMDes.

Example 300x600

Kehadiran lintas elemen ini membuat forum diskusi berlangsung dinamis, bahkan diwarnai sejumlah penyampaian aspirasi yang cukup tajam.

Sorotan utama datang dari sektor keagamaan. Dua masjid di Desa Jonokalora Masjid Al-Rahman di Dusun 3 dan Masjid Al-Asar di Dusun 1 secara bersamaan menyuarakan kondisi bangunan yang mulai memprihatinkan.

Baca juga :  Kunjungi SMPN 1 Moutong, Bupati Samsurizal Tombolotutu Sosialisasi Penjaringan Bakat

Plafon yang rusak dan fasilitas yang tidak lagi memadai menjadi simbol bahwa perhatian terhadap sarana ibadah dinilai masih belum maksimal.

Di sisi lain, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga juga tak luput dari sorotan. Kepala Desa Parigi Mpuu secara terbuka menyampaikan harapan besar terhadap bantuan bibit durian unggul, lengkap dengan kebutuhan alat semprot dan pupuk.

Permintaan ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi petani, sekaligus harapan untuk keluar dari ketergantungan pada hasil panen yang tidak menentu.

Namun, yang paling menyita perhatian adalah isu ketertiban lingkungan. Keluhan warga terkait ternak sapi yang berkeliaran bebas kembali mencuat masalah klasik yang hingga kini belum menemukan solusi tuntas.

Baca juga :  Reses di Desa Ulatan, Nurul Qiram Serap Aspirasi Warga dan Soroti Akar Persoalan Pembangunan

Warga menilai, keberadaan ternak yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial antarwarga.

Menanggapi situasi tersebut, H. Sami menunjukkan sikap tegas namun tetap diplomatis. Ia menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi melalui jalur legislasi dan penganggaran, sembari menekankan pentingnya langkah administratif dari masyarakat.

“Terkait pembangunan dan rehabilitasi masjid, saya siap membantu, tetapi harus diawali dengan proposal resmi. Begitu juga bantuan bibit durian dan alat pertanian, akan saya dorong melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) agar tepat sasaran,” tegasnya.

Terkait polemik ternak, H. Sami tidak menutup mata. Ia mengingatkan para pemilik ternak untuk lebih bertanggung jawab, sekaligus membuka ruang solusi jangka panjang melalui usulan pembangunan pagar ternak.

Baca juga :  Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong Kawal DAU Kesehatan 2026 Rp1,5 Miliar untuk Layanan Bedah Saraf

“Ini bukan sekadar soal ternak, tapi soal ketertiban bersama. Kita harus mencari solusi yang adil tanpa merugikan pihak manapun,” ujarnya.

Reses ini menjadi potret nyata dinamika masyarakat di tingkat desa di mana kebutuhan dasar, ekonomi, hingga ketertiban sosial saling berkelindan.

Di balik suasana yang tampak hangat, tersimpan harapan besar sekaligus tekanan agar aspirasi yang disampaikan tidak kembali menjadi catatan tanpa realisasi.

Kini, bola ada di tangan para pemangku kebijakan. Apakah aspirasi ini akan berujung pada perubahan nyata, atau sekadar menjadi bagian dari rutinitas politik tahunan waktu yang akan menjawab.

Total Views: 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *