
Bisalanews.id, Parmout – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, didampingi Wakil Ketua TP-PKK melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan Safari Ramadan tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan secara simbolis sebanyak 50 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga, khususnya di bulan suci Ramadan.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah kepada warga yang membutuhkan.
Ia pun didampingi beberapa kepala OPD yang ada di jajaran Pemda Parigi Moutong.
Dalam sambutannya, Abdul Sahid mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan anak-anak.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga generasi muda bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Saya meminta kepada kita semua agar menjaga anak-anak kita dari pengaruh narkoba. Mulai hari ini kita juga harus mempersiapkan masa depan mereka dengan baik,” ujar Abdul Sahid.
Menurutnya, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mendorong generasi muda untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
“Bagi anak-anak kita yang sudah tamat SMA, dorong mereka untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) agar memiliki keahlian dan keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Sahid menyampaikan rencana pembangunan smelter terbesar di wilayah Siniu yang diperkirakan akan membutuhkan sekitar 30 ribu tenaga kerja.
Wabup menegaskan bahwa peluang kerja tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh putra-putri daerah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.
Selain membahas pembangunan daerah, ia menyoroti persoalan distribusi gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Sahid menegaskan bahwa harga gas LPG 3 kilogram tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Jika ditemukan pangkalan yang menjual LPG 3 kilogram di atas HET, pemerintah daerah akan memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta menghindari sikap saling iri dan kecemburuan sosial yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, kerukunan dan toleransi antar umat beragama harus terus dijaga agar kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis.
















