
Bisalanews.id, Parmout – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, merespons pemeriksaannya oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dengan sikap terbuka dan itikad baik.
Ia memandang proses ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang masyarakat Parigi Moutong, serta fungsi kontrol publik yang sehat terhadap jalannya pemerintahan.
“Saya melihat pemeriksaan ini sebagai bagian dari cinta masyarakat Parigi Moutong kepada saya. Ketika publik mengawasi, itu tandanya mereka ingin memastikan pemerintahan berjalan dengan bersih, transparan, dan benar,” ujarnya.
Abdul Sahid tegas membantah tuduhan mengenai dugaan permintaan fee proyek 10% dan penerimaan uang dari aktivitas tambang ilegal.
“Tuduhan itu tidak benar. Saya memahami bahwa dalam dinamika sosial, sering muncul kabar yang tidak berdasar. Biarlah proses hukum berjalan, dan kebenaran akan terlihat dengan sendirinya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan ini justru memperkuat fondasi pemerintahan yang akuntabel.
“Saya menghormati proses yang berjalan, karena fungsi kontrol adalah bagian penting dari demokrasi. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang terus peduli dan ingin daerah kita menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Abdul Sahid mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Mari kita hadapi semua proses dengan kepala dingin. Percayakan sepenuhnya kepada lembaga yang berwenang. Kita jaga kedamaian, persaudaraan, dan kekompakan di daerah kita,” ucapnya.
“Saya tetap bekerja seperti biasa, melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Mohon doa dan dukungan agar semuanya berjalan baik dan membawa kebaikan untuk Parigi Moutong,” tutupnya.
















