Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
KesehatanTeknologi

Saat Dunia Maya Jadi Candu: dr. Ardilla Beberkan Dampak Adiksi Internet

×

Saat Dunia Maya Jadi Candu: dr. Ardilla Beberkan Dampak Adiksi Internet

Sebarkan artikel ini
r. Andi Riasti Ica Ardilla, Sp.KJ saat memaparkan materi “Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial untuk Generasi Muda Parigi Moutong Lebih Maju” dalam Seminar Kesehatan Mental yang digelar Majelis Daerah Forhati Kabupaten Parigi Moutong di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (13/11/2025).

Bisalanews.id, Parmout – Di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak menggunakan gawai dan media sosial. Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Andi Riasti Ica Ardilla, Sp.KJ, menegaskan bahwa adiksi internet kini menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental.

Peringatan itu disampaikan dr. Ardilla dalam Seminar Kesehatan Mental yang digelar oleh Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (13/11/2025), di Gedung Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong.

Example 300x600

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa penggunaan internet secara berlebihan—seperti bermain media sosial tanpa batas, game online, atau menonton streaming berjam-jam—dapat memicu gangguan perilaku yang disebut adiksi internet.

Baca juga :  Dinkes Parigi Moutong Siap Luncurkan Program SIMPATIK untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

“Penggunaan internet yang berlebihan juga bisa menyebabkan penurunan kesehatan fisik, seperti gangguan postur tubuh, kelelahan mata, dan pola tidur tidak teratur,” ujar dr. Ardilla di hadapan peserta seminar.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kecanduan internet membuat seseorang sulit melepaskan diri dari gawai. Ketika jauh dari ponsel atau koneksi internet, mereka bisa merasa gelisah, kehilangan fokus, bahkan mengalami perubahan emosi yang tidak stabil.

“Bagian otak yang berperan dalam pengendalian diri, pengambilan keputusan, dan pengaturan emosi menjadi terganggu. Akibatnya seseorang mudah emosional, sulit fokus, dan impulsif,” jelasnya.

Untuk mencegah hal tersebut, dr. Ardilla memberikan sejumlah langkah sederhana, antara lain membatasi waktu penggunaan internet, menetapkan prioritas kegiatan harian, menemukan hobi di luar dunia digital, serta mencari dukungan sosial agar keseimbangan hidup tetap terjaga.

“Sangat penting bagi kita memiliki kendali atas teknologi, bukan sebaliknya. Teknologi seharusnya membantu kehidupan, bukan menguasainya,” tegasnya.

Menutup materinya, dr. Ardilla mengingatkan bahwa adiksi internet merupakan tantangan besar bagi generasi muda masa kini. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk memulai perubahan dari diri sendiri.

“Mari kita hidup lebih cerdas, produktif, dan sehat secara mental di tengah kemajuan teknologi. Dengan kesadaran bersama, kita bisa mewujudkan generasi Parigi Moutong yang maju, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Total Views: 2043

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *