Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Pendidikan

Bupati Parigi Moutong Launching Seragam Gratis untuk Siswa Baru

×

Bupati Parigi Moutong Launching Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong,Erwin Burase saat sambutan.(24/07/2025).Foto MR

Bisalanews.id,Parmout — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai merealisasikan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati dengan membagikan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Launching program ini digelar di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (24/07/2025), dan turut diikuti secara virtual oleh seluruh sekolah di 23 kecamatan.

Example 300x600

Secara simbolis, seragam diserahkan langsung oleh Bupati Erwin Burase didampingi Wakil Bupati Abdul Sahid Dg Mapato.

Baca juga :  Taufik Borman Resmi Dilantik Sebagai Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Periode 2024-2029

Erwin menegaskan bahwa program ini bertujuan memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk bersekolah tanpa beban biaya, serta memotivasi mereka agar semangat menempuh pendidikan.

“Kita pastikan semua anak mendapatkan hak yang sama untuk bersekolah dengan nyaman dan semangat,” tegasnya.

Dengan mengusung moto Satu Seragam untuk Sejuta Mimpi Anak Parimo, program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung akses pendidikan yang merata sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua.

Baca juga :  Bupati Bolmut Lepas Kontingen Marching Band dan Serahkan Penghargaan Literasi

Tidak berhenti pada seragam, ia juga menyampaikan rencana lanjutan berupa pemberian sepatu, tas, dan alat tulis bagi siswa baru.

Lebih lanjut, Erwin melarang keras sekolah untuk memungut biaya apa pun kepada orang tua siswa. Ia menekankan pentingnya komitmen sekolah dalam mendukung kebijakan pendidikan gratis yang sedang digalakkan pemerintah daerah.

Baca juga :  Di Atas Lahan yang Mati, Petani Menunggu Janji yang Tak Kunjung Tiba

“Saya melarang keras segala bentuk pungutan. Ke depan, kita akan upayakan sekolah benar-benar gratis,” tegasnya.

Sebagai bentuk inklusivitas, Bupati juga meminta Dinas Pendidikan mencari solusi agar siswa yang belum terdata di sistem Dapodik seperti lulusan SD dari luar daerah, siswa dari madrasah, atau siswa SD yang belum mengikuti pendidikan anak usia dini tetap bisa menerima bantuan tersebut.

“Ini harus kita pikirkan dan menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

Total Views: 1310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *