
Bisalanews.id,Parmout – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Nizar Rahmatu dan Ardi Kadir (Bersinar), menghadiri undangan buka puasa bersama tokoh masyarakat Gorontalo di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.(13/03/2025)
Acara yang berlangsung di kediaman H. Mat Pakaya itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Parigi Moutong 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Nizar Rahmatu tampak mengenakan Upia Karanji, peci khas Gorontalo yang melambangkan kekeluargaan dan kerukunan bagi masyarakat Hulondalo Rantau.
Dalam sambutannya, Nizar Rahmatu menegaskan bahwa PSU merupakan amanat undang-undang dan harus dijalankan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Pelaksanaan PSU merupakan perintah Undang-Undang melalui Mahkamah Konstitusi. Jika terjadi pelanggaran dalam Pilkada 2024, maka harus diuji kebenarannya dan diluruskan oleh MK,” ujar Nizar Rahmatu, Kamis (13/03/2025).
Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari penyebaran hoaks dan black campaign yang dapat memecah belah persatuan menjelang PSU.
“Jangan kita memberikan edukasi yang tidak baik kepada saudara-saudara kita, khususnya masyarakat awam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nizar menepis isu yang menyebutkan bahwa efisiensi anggaran di Parigi Moutong terjadi akibat PSU.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mengoptimalkan penggunaan APBD dan APBN secara tepat.
“Isu yang beredar di publik bahwa PSU menyebabkan batalnya bantuan perahu, itu bohong. Di bulan suci Ramadan ini, seharusnya kita menyampaikan informasi yang benar,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penundaan pengangkatan PNS dan PPPK bukan dampak dari PSU, melainkan keputusan yang di ambil pemerintah pusat.
“Efisiensi anggaran bukan hanya terjadi di Parigi Moutong, tetapi juga berlaku di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Nizar Rahmatu berharap agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas Parigi Moutong hingga seluruh tahapan PSU selesai.
Ia pun mengimbau agar warga tidak saling menyerang di media sosial serta tetap mengedepankan persatuan.
“Kita tetap sabar dan ikhlas menghadapi semua fitnah. Serahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena segala ketetapan adalah milik-Nya, dan kita berangkat dari niat yang baik,” tutupnya.
















