Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Berita

Tim SAR Gabungan Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Ongka Malino, Parigi Moutong

×

Tim SAR Gabungan Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Ongka Malino, Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan saat lakukan evakuasi korban meninggal dunia.Foto Ist

Bisalanews.id -Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat memancing di perairan Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Korban yang bernama Deni Yusuf Ardiansyah, berusia 30 tahun, ditemukan meninggal dunia pada koordinat 0°27’13.92″ N – 120°45’44.81″ E. (06/10/2024)

Example 300x600

Menurut Letda Laut (E) Irkham F., Danposal Parigi Moutong, insiden tersebut terjadi ketika korban bersama beberapa rekannya memancing di muara Sungai Malino.

Baca juga :  Warga Kampal dan Bantaya Keluhkan Sulitnya Mengurus Barcode BBM di Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong

“Korban tiba-tiba tenggelam dan sempat meminta pertolongan kepada rekan-rekannya, namun arus yang deras membuat mereka tak mampu menyelamatkan korban,” jelas Irkham.

Rekan-rekan korban, termasuk Roni (kakak kandung korban) dan Mohammad Asrofi, tidak dapat melakukan penyelamatan karena kondisi arus yang kuat dan keterbatasan kemampuan berenang.

Baca juga :  Ketua KPU Sulawesi Tengah Tinjau Verifikasi Faktual Tahap Dua di Parigi Moutong

Setelah menerima laporan dari masyarakat setempat, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Parigi, personel Posal Parigi Moutong, PMI, dan masyarakat setempat segera melakukan operasi pencarian.

“Korban berhasil ditemukan pada pukul 14.00 WITA,” ujar Letda Laut (E) Irkham F, di Parigi, Ahad (06/10/2024).

Meskipun korban tidak bisa diselamatkan, Tim SAR berhasil mengevakuasi tubuh korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga di rumah duka.

Baca juga :  KPU Parimo Akan Verfak Tahap Kedua Dukungan Bapaslon Independen

Letda Laut (E) Irkham menegaskan pentingnya keselamatan saat melaut.

“Kami mengimbau kepada nelayan untuk selalu melengkapi alat keselamatan seperti pelampung. Sosialisasi akan terus dilakukan agar para nelayan lebih memahami bahaya di laut,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Tim SAR menggunakan berbagai alat bantu dalam operasi ini, termasuk truck personel, rubber boat, peralatan selam, dan GPS.

Total Views: 850

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *